Tekan Gizi Buruk Sampai Nol

INDOPOS.CO.ID – Sementara itu, kasus-kasus gizi buruk di sejumlah daerah terpencil masih memerlukan penanganan konsisten. Salah satu daerah yang menjadi sasaran adalah Papua. Kemarin (17/10), Presiden Joko Widodo menyosialisasikan pemberian makanan tambahan bagi ibu dan akan di Jayapura.

Kegiatan PMT tersbeut diikuti 160 ibu hamil, 148 balita, dan 694 anak usia sekolah. Presiden membagikan biskui yang merupakan bagian dari program PMT. Biskuit itu berfungsi sebagai asupan protein bagi ibu hamil dan anak-anak.

Baca Juga :

Presiden menuturkan, dia ingin bayi-bayi yang saat ini ada di kandungan para mama itu lahir dalam kondisi sehat. Untuk itu, harus dipastikan ibunya makan makanan bergizi. ’’Roti biskuitnya ini untuk tiga bulan pertama dimakan hanya dua keeping (per hari). Pada bulan keempat sampai sembilan, baru tiga keping,’’ ujar Jokowi.

Dia mengingatkan, meski kaya gizi, makanan tambahan itu tetap saja merupakan suplemen. Para ibu tetap harus mengonsumsi makanan utama yang kaya akan protein dan gizi yang cukup. ’’Hati-hati, waktu kehamilan ini sangat menentukan sehat dan cerdasnya anak,’’ lanjutnya.

Baca Juga :

Begitu pula untuk balita dan anak, Presiden meminta biscuit itu dimakan secara rutin. Namun, jangan sampai berlebihan. Para ibu harus rutin mengecek berat badan balitanya ke Puskesmas atau posyandu. Bila ternyata kegemukan, maka konsumsi biscuit harus segera berhenti.

Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Anung Sugihantoro menjelaskan, sebenarnya, angka gizi buruk di Jayapura tergolong rendah. Hanya 0,03 persen. Jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 3,7 persen. Dapat dikatakan kondisi masyarakat setempat tercukupi dalam hal gizi bila dibandingkan rata-rata nasional.

Baca Juga :

Alat Ukur Stres di Tengah Pandemi COVID-19

Untuk memenuhi kebutuhan gizi, Pemkab Jayapura dan masyarakat setempat sudah mengembangkan makanan lokal sebagai sumber gizi. ’’Makanan itu diperkaya dengan ikan dan telur sebagai sumber protein,’’ terangnya. Meski begitu, angka gizi buruk tetap harus ditekan hingga nol.

Sebelumnya, dalam kunjungan ke sejumlah daerah, Presiden juga menyosialisasikan PMT. Di antaranya, Nias, Serang, Lebak, Kabupaten Bandung, dan Situbondo. Daerah yang angka gizi buruknya masih tinggi digelontor dengan program PMT hingga terpenuhi kebutuhan gizinya secara normal. (wan/oki/byu)

Komentar telah ditutup.