GN Lingkaran di Sulselbar Sabet MURI

INDOPOS.CO.ID – Gebrakan Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel), Bank Sulselbar, dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) memang patut diapresiasi. Tak tanggung tanggung, berkat kolaborasi ketiganya menjadikan 7.200 pekerja informal menjadi peserta program jaminan sosial ketenagakerjaan (jamsostek). Artinya ribuan pekerja di wilayah Sulsrl dan Sulawesi Barat (Sulbar) terlindungi dari risiko pekerjaan.

Atas gebrakan tersebut ketiga pihak meraih penghargaan  Museum Rekor Dunia  Indonesia (MURI). Penghargaan MURI diserahkan di Grand Clarion Hotel,Makassar, Selasa (18/10). Ratusan perwakilan peserta informal atau  pekerja bukan penerima upah (BPU) juga hadir di acara tersebut.

Baca Juga :

Saat piagam MURI diserahkan, secara bersamaan mereka mengangkat kartu kepesertaan yang didapatkan. Itulah bantuan CSR dari Bank Sulselbar.

Para pekerja ini mendapatkan  kepesertaan dua program jamsostek dengan segala manfaat yang terkandung di dalamnya  selama 3 bulan pertama. Kedua program tersebut adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Baca Juga :

Selanjutnta mereka bisa melanjutkan iuran sensiri bahkan bisa top up dengan program Jaminan Hari Tua (JHT) sesuai pilihan penghasilan.

Pekerja BPU merupakan para pekerja yang bergerak di sektor informal, seperti nelayan, pedagang, tukang ojek, petani, loper koran, dan lain sebagainya.

Baca Juga :

Direktur Utama BP Jamsostek, Agus Susanto, menjelaskan  pemberian bantuan kepesertaan dengan dana CSR ini adalah bersifat stimulasi.

Langkah itu salah satu upaya untuk menumbuhkan kesadaran kepada para pekerja BPU di Sulselbar agar menyadari arti penting perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dalam menjamin kehidupan yang sejahtera.

“Kepesertaan cuma-cuma yang merupakan dana CSR dari Bank Sulselbar ini diberikan untuk menstimulasi para pekerja agar mereka mampu melanjutkan kepesertaan  secara mandiri atas kesadaran sendiri”, jelas Agus.

Kegiatan penyerahan kartu secara simbolis ini disaksikan dan diserahkan langsung oleh Agus Susanto, selaku Direktur Utama BP Jamsostek, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, dan Direktur Utama Bank Sulselbar, H A Muhammad Rahmat kepada perwakilan dari pekerja BPU.

Kegiatan yang dihasilkan dari sinergi antara BPJSTK dengan Bank Sulselbar ini merupakan salah satu upaya dalam memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja di Indonesia.

Kerjasama tersebut diharapkan dapat memicu implementasi akuisisi kepesertaan informal kerjasama perbankan di seluruh Indonesia untuk GN Lingkaran (Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan). Gerakan itu merupakan salah satu solusi yang digagas oleh BP Jamsostek untuk memberikan perlindungan kepada pekerja rentan.

GN Lingkaran ini akan mengakomodasi penyaluran dana perusahaan, instansi ataupun individu secara elektronis atau online untuk membantu para pekerja rentan agar terlindungi dalam program jamsostek.

Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan sebagai harmonisasi kerjasama antar lembaga/ instansi dalam menyampaikan informasi kepada seluruh pekerja informal/ BPU di Indonesia akan pentingnya perlindungan jamsostek.

“TIdak semua pekerja BPU mampu membayar iuran atau menjadikan perlindungan jaminan sosial sebagai prioritas dalam hidup mereka. Tapi apakah kita biarkan mereka ini tidak mendapatkan jaminan sosial? Kan tentu saja tidak,” ujar Agus.

Oleh karena itu, bantuan dari pihak lain sangat dibutuhkan agar mereka dapat merasakan perlindungan yang diselenggarakan oleh BP Jamsostek.

Lebih dari 70 juta pekerja di Indonesia merupakan pekerja pada sektor BPU yang sebagian besar merupakan pekerja rentan. Sementara 40 juta pekerja lainnya merupakan pekerja pada sektor PU.

Dengan potensi yang sangat besar ini diharapkan perusahaan-perusahaan BUMN dan swasta diharapkan bisa mengikuti langkah Bank Sulselbar untuk menyalurkan dana CSR mereka dalam bentuk kepesertaan BP Jamsostek kepada para pekerja rentan.

Diharapkan melalui kerjasama CSR bersama mitra kerja BP Jamsostek ini nantinya perlindungan yang diberikan akan menjangkau seluruh lapisan masyarakat pekerja agar perlindungan menyeluruh dapat tercapai.

“Tentunya kami berharap perusahaan/ instansi lain dapat mengikuti jejak Bank Sulselbar dalam memfasilitasi pekerja rentan untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan”, ungkap Agus.

Dengan melalui dana CSR yang dimiliki, para pekerja rentan ini bisa mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Mereka akan senakin sadar arti pentingnya jamsostek. Sebagai dampaknya, mereka akan lebih produktif sehingga menumbukan perekonomian bangsa semakin  menguat.(dni)

Komentar telah ditutup.