Ketika Jual Beli Narkoba Berkedok Pengobatan Alternatif

INDOPOS.CO.ID – Sebagai dukun pengobatan alternatif, Arik Gopari,39, memiliki kebiasaan aneh. Sebelum melayani pasien, warga Jalan Putat Jaya Barat Blok C, Surabaya, ini selalu mengisap sabu-sabu (SS). Karena kebiasaanya ini pria yang selalu dipanggil gus ini akhirnya ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.

Yuan Abadi,Surabaya

Baca Juga :

Ibu Rumah Tangga Dicokok Polisi

Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Komisaris Polisi (Kompol) Lily Djafar menjelaskan, penangkapan Arik bermula saat pihaknya mendapatkan informasi jika ada kurir narkoba yang mengantarkan SS ke rumah tersangka. Setelah mendapat informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

“Hasilnya, kami mendapati memang benar dukun ini ternyata mengonsumsi narkoba bahkan kami menduga dia juga mengedarkannya. Setelah itu, kami pun langsung melakukan penangkapan,” ungkap Kompol Lily, Jumat (21/10).

Lily menambahkan setelah dilakukan penggerebekan, Arik ternyata sedang melakukan pengobatan. Setelah digeledah, polisi mendapatkan barang bukti empat belas poket SS dengan berat 3,46 gram. Setelah dilakukan pemeriksaan, Arik mengakui jika narkoba itu adalah miliknya.

Menurut mantan Kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak ini tersangka menggunakan SS itu saat hendak melayani para pasiennya. Alasannya, dengan megisap SS itu, dia bisa fokus dan berkonsentrasi saat melakukan pengobatan atau hanya sekedar wejangan.

Baca Juga :

Polisi Buru Pengedar Narkoba Reza Artamevia

“Selain itu, ada dugaan jika tersangka mengedarkan SS itu kepada para pasiennya dengan kedok dukun pengobatan alternatif itu,” jelas perwira dengan satu melati di pundaknya ini.Bahkan berdasarkan penyelidikan sementara, Arik juga mendapat SS itu dari para pasiennya. SS itu digunakan sebagai upah dari jasa pengobatannya.

Saat diperiksa, Arik mengaku sudah selama lima bulan menjalankan kebiasaannya itu. Bapak satu anak biasa mendapat SS dengan cara memesan kepada seorang pengedar yang tinggal tidak jauh dari rumahnya. Kemudian untuk mengelabuhi polisi, kurir SS yang biasa mengantarkan narkoba itu berpura-pura menjadi salah satu pasiennya.”Saya biasanya membeli dengan harga Rp 900 ribu per gramnya,” jelasnya.

Meski demikian, dia membantah jika dia juga menjual SS itu kepada para pasiennya. Mengenai barang bukti yang cukup banyak dari tangannya, dia mengatakan dia sengaja membeli cukup banyak sebagai cadangan. “Saya memakainya setiap hari, jadi harus stok banyak agar tidak selalu pesan. Karena kalau terlalu lama memesan risiko ketahuan cukup besar,” pungkasnya. (*/no/jpg)

 

Komentar telah ditutup.