Minggu, 23 September 2018 02:18 WIB
pmk

Headline

Parah, Sindikat Ini Oplos Gas Ditambah Air

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Kepolisin belakangan ini gencar memerangi peredaran gas elpiji oplosan. Terakhir, pada Rabu malam (20/10) aparat Polres Jakarta Timur menggerebeg sebuah bedeng sarang pengoplosan gas 3 Kg ke tabung gas 12 Kg. Praktik illegal tersebut berlangsung di Jalan Lapangan RT 05 / RW 04 Pondok Ranggon Cipayung Jakarta Timur. Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana mengatakan dari lokasi penggerebegan yang masing-masing berinisial SA, H, MM, T, AF, W, IA. Para pelaku mengakali Negara dengan cara memindahkan atau mengoplos gas dari tabung gas ukuran 3 Kg yang harga penjualannya disubsidi pemerintah sehingga lebih murah. Lalu dioplos ke tabung gas berukura 12 Kg yang harga penjualannya tidak disubsidi pemerintah sehinggalebih mahal. Menurut Sapta, para pelaku menjual gas berukuran 12 Kg seharga Rp 105 ribu per tabung. ”Untuk mengisi tabung gas ukuran 12 Kg yang masih kosong, para pelaku memindahkan isi gas dari tabung ukuran 3 Kg sebanyak 4 tabung. Mereka membeli gas ukuran 3 Kg seharga Rp 18 ribu per tabung, kalau 4 tabung berarti harganya Rp 72 ribu (harga modal). Kemudian mereka menjual gas berukuran 12 Kg seharga Rp 105 ribu,” paparnya. ”Tersangka mendapat keuntungan dari usaha ilegalnya itu sebesar Rp 33 ribu per tabung ukuran 12 Kg yang dijualnya,” imbuh SaptaSementara BP sendiri mengaku sudah enam bulan terakhir menjual gas oplosan itu sebanyak ratusan tabung. Polisi menyita berbagai alat regulator dan alat suntik gas yang digunakan untuk mengoplos gas, 38 tabung ukuran 12 Kg yang sudah terisi, 50 tabung gas ukuran 12 Kg yang masih kosong, 25 tabung gas ukuran 3 Kg yang masih terisi, 394 tabung gas ukuran 3 Kg kosong, serta 1 unit mobil Suzuki Carry untuk mengangkut tabung-tabung gas itu. Sehari sebelumnya, aparat Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya juga menggerebek sebuah lokasi di dalam kawasan hutan yang berlokasi di perbatasan Depok dan Banten. Yakni, di Desa Tamansari Kecamatan Rumpin Bogor. Lokasi tersebut digunakan pula sebagai sarang pengoplosan dengan modus yang sama seperti di Cipayung Jakarta Timur. Namun para pelaku dalam melakukannya selain merugikan Negara, juga merugikan konsumen, sebab gas oplosan itu juga dicampur air. Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, dari lokasi penggerebekan pihaknya mengamankan 24 orang. Setelah dipemeriksa, polisi menetapkan 10 orang sebagai tersangka. Mereka adalah AS selaku pemilik usaha pengolposan gas, M alias TP sebagai koordinator pembayaran upeti atau uang suap kepada para backing. Termasuk kepada para oknum wartawan, AP dan BD sebagai koordinator atau pembina jaringan dan hubungan ke luar. Selanjutnya SF , AK , MF sebagai sopir, serta RCP, RS, dan GDP sebagai penyuntik atau pengoplos gas. Para pelaku mengaku kepada polisi kalau mereka sudah 3 bulan bersarang di dalam hutan itu untuk mengolpos gas. ”Para pelaku mengoplos tabung gas 12 Kg dari gas ukuran 3 Kg namun dicampur lagi dendi 12 Kg. Padahal isi gasnya tidak sampai 12 Kg. Gas oplosan air itu sudah dipasarkan ke wilayah Depok, Tangerang, Bogor dan sebagian Jakarta, setidaknya ada 33 warung yang sudah menjual gas oplosan mereka. Mereka juga mengakunya baru 3 bulan beroperasi, tetapi masih kami selidiki,” terang Hendy. Selain mengamankan 24 orang, polisi juga menyita barang bukti 1 unit motor Yamaha Jupiter Z warna merah bernopol B 6648 TJX yang digunakan untuk memasarkan gas, 50 buah tabung gas terdiri dari 48 tabung gas kosong dan 2 tabung berisi gas dan air, 1 buah keranjang angkut tabung gas, 1 buah pipa alat suntik tabung gas, 1 setel jas hujan warna merah marun, dan 1 unit handphone Nokia, 28 unit mobil Hiace box, uang tunai Rp 18 juta, peralatan regulator, alat timbangan, ratusan tabung gas 3 kg, ratusan tabung gas 12 kg, dan puluhan tabung gas 50 kg. Para tersangka sendiri dijerat Pasal 8 ayat (1) huruf a, b dan c jo Pasal 62 ayat (1) UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 30 jo Pasal 32 ayat (2) UU No 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal dengan ancaman hukumannya 5 tahun penjara. (ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #elpiji-3-kg 

Berita Terkait

Elpiji 3 Kg Makin Langka, Diduga Pangkalan Bermain

Nusantara

Elpiji 3 Kg Barang Dagangan, tapi...

Nasional

Cari Solusi Turunkan Harga Gas Industri

Nasional

Tahun Depan, Gas 3 Kg Tidak Dijual Bebas

Nasional

Penyaluran Tidak Tepat Sasaran, Gas 3 Kg Langka

Headline

IKLAN