Anies-Sandiaga Diterpa Kampanye Hitam

INDOPOS.CO.ID – Pasangan Calon Gubernur/Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno dihantam isu black campaign (kampanye hitam). Padahal, agenda dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum memasuki masa kampanye, melainkan baru akan diundi nomor urut. Oleh sebab itu, kontestan pilkada yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS)-Gerindra itu imbau warga DKI Jakarta mewaspadai fitnah.

“Pilkada tidak boleh jadi ajang fitnah, bila ada kabar yang tidak benar tolong diluruskan,” ungkap Anies Baswedan, calon Gubernur DKI Jakarta saat acara silaturahim bersama warga di Masjid At-Taqwa, Kemayoran, Jakarta Pusat dan Masjid Assa’adah, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Minggu (23/10).

Baca Juga :

AMM Sebut Anies-Sandi adalah Figur Jakarta

Menurut Anies, masa kampanye biasanya diwarnai dengan penyebaran kabar-kabar tidak jelas yang dibuat-buat, bahkan cenderung fitnah. Bahkan, sebelum masa kampanye pun, Anies sempat disudutkan dengan beberapa kabar fitnah. “Ke depan akan semakin banyak muncul kabar-kabar seperti itu, Masya Allah. Jangan sampai kita percaya matahari terbit dari Barat. Ini harus diubah,” tutur dia.

Beberapa contoh black campaign, sambung mantan Mendikbud itu, dirinya disudutkan dengan kabar fitnah seperti menjadi anggota Jaringan Islam Liberal (JIL), Syiah, bahkan kawin lagi. “Saya sampai bosan menjawabnya. Saya dianggap JIL karena pernah menjadi rektor Universitas Paramadina,” terang dia.

Baca Juga :

Anies mengatakan, menjadi rektor Universitas Paramadina menggantikan Sohibul Iman yang saat ini menjadi Presiden PKS. Sedangkan tuduhan Syiah dialamatkan kepadanya karena pernah berfoto dengan duta besar Iran. “Saya juga pernah difitnah menikah lagi, oleh karena itu saya meminta warga Jakarta untuk mewaspadai fitnah dan kampanye hitam,” imbuh dia.

Dalam kesempatan itu, Anies juga meminta warga yang ada di kedua masjid itu untuk mendoakan dirinya bersama pasangannya, Sandiaga Uno, agar bertekad mengubah Jakarta bisa terwujud pada 15 Februari 2017. “Insya Allah lewat doa bapak/ibu sekalian ikhtiar kita merubah Jakarta akan terwujud dengan baik dan Insya Allah pada 15 Februari besok Jakarta berubah,” kata dia.

Baca Juga :

Sedangkan Calon Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno mengatakan, dari agenda KPU, saat ini belum memasuki masa kampanye, melainkan penetapan dari bakal calon menjadi calon. Kemudian pengundian nomor urut.

Dalam menyambut, pengundian itu, Sandiaga mengaku, akan puasa sunah agar proses penetapan KPU berjalan lancar. “Besok Senin mudah-mudahan bisa puasa sunah, jadi bisa dilancarkan prosesinya, saya berdoa semua lancar, nomornya lancar,” ujarnya usai acara lari di ajang Mandiri Jakarta Marathon 2016 di kawasan Monas, kemarin (23/10).

Sandiaga menyatakan, dirinya tidak mempersoalkan berapa nomor urut yang didapatkan. Sandi pun tak mengharapkan dia dan pasangannya akan mendapatkan nomor urut satu dalam pilkada 2017, sesuai dengan nama belakang-nya Uno, yang memiliki arti satu dalam bahasa Spanyol. “Walaupun nama saya Sandi Uno, tapi enggak berharap nomor satu, sama saja,” ucap dia.

Sandi menyarankan, para pendukungnya agar tidak hadir dalam penetapan nomor bakal calon Pilkada 2017 besok. Dia meminta para relawan berada di rumah dan berdoa, agar tidak membuat macet jalan. (aen)

Komentar telah ditutup.