9 Ribu Pegawai Belum Laporkan Kekayaan

 

reporter paramitha maya dewi editor amrullah b gani

 

 

 

INDOPOS.CO.ID -Dari 11 ribu pegawai lingkup Pemprov Sulsel, baru 2 ribu orang yang melaporkan kekayaannya. Artinya, masih ada 9 ribu pegawai yang belum melaporkan

Sekretaris Inspektorat, Syafruddin Kitta mengatakan, sejak September lalu, baru 2.000 Aparatur Sipil Negara (PNS) melaporkan hasil kekayaannya. Upaya ini merupakan semangat pemberantasan korupsi di sejumlah instansi.

Baca Juga :

Sayangnya, dari total 11000 ASN yang diwajibkan, baru 2.000 yang mengikuti Laporan Hasil Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN). “LHKASN khusus bagi internal eselon III sampai staf ke inspektorat melalui persetujuan gubernur,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPM) juga telah lama digaungkan. Mereka yang wajib ikut berasal dari tingkat Eselon II. Meski begitu, ia optimis tahap LHKASN dan LHKPM akan berlangsung cepat. Pasalnya, pelapor cukup mengisi data yang bersifat self assessment.

Baca Juga :

“Setelah itu baru dievaluasi. Apakah wajar atau tidak isinya. Hari ini (kemarin) baru laporan dari masing-masing pegawai,” ucapnya saat workshop penyelarasan pencegahan korupsi di Hotel The Rinra.

Mereka baru menyampaikan, lanjutnya, di inspektorat kemudian diolah. Apabila ditemukan ketidakwajaran akan direkomendasikan ke gubernur, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara. Setelahnya, diberikan pembinaan.

“Laporan itu akan menjadi alat pengendalian internal,” paparnya.Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengaku pihaknya sangat mendukung kegiatan itu. Ia berharap memang diperlukan perubahan mindset dan pembenahan integritas. “Komitmen integritas dapat mencegah terjadinya korupsi. Termasuk, pola pikir masa lalu yang harus diubah,” tutupnya. (*)


loading...

Komentar telah ditutup.