Banjir, 1.446 KK Dievakuasi

INDOPOS.CO.ID – Banjir masih melanda sejumlah daerah. Di antaranya Batam, Kepulauan Riau, dan Gorontalo. Hujan deras yang mengguyur, Kamis (27/10), menyebabkan sejumlah kawasan terendam banjir. Bahkan, hampir seluruh wilayah Kota Batam, Kepulauan Riau, dikepung banjir, seperti di wilayah Kecamatan Batuaji, Seibeduk, Sagulung, Seibeduk, Batamkota, dan Sekupang. Penyebabnya, umumnya karena saluran air atau drainase tidak berfungsi normal.

Banjir yang cukup parah juga terlihat di Jalan R Parman, Seibeduk. Mulai pintu satu Bidaayu hingga ke Simpang Kampung Bagan banjir menggenangi hampir seluruh badan jalan. Banjir yang mencapai selutut orang dewasa itu, juga membuat arus lalu lintas macet total. Kendaraan roda maupun roda empat banyak yang mogok.”Drainasenya besar tapi karena tidak dibersihkan, makanya jadi banjir terus seperti ini,” kata Muklin, warga Perumahan Bidaayu, Seibeduk.

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kota Batam, kemarin juga menyebabkan jalan di Simpang Kabil, Batamkota terendam banjir hingga setinggi betis orang dewasa. Akibatnya, sejumlah kendaraan yang melintas mogok. Jalan pun berimbas pada kemacetan. Selain banyaknya kendaraan yang mogok, pos polisi yang berada di simpang ini nyaris ikut terendam.

Sementara itu, luka mendalam masih terus dialami masyarakat Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Terutama wilayah Kecamatan Paguyaman dan Wonosari. Ini terjadi lantaran hantaman banjir berselang dua hari

terakhir sejak Rabu (26/10) sampai Kamis (27/10) kemarin. Akibat bencana tersebut pemukiman penduduk dan sarana prasana milik pemerintah ikut dihantam banjir. Bahkan sampai saat ini masih dalam kondisi genangan mencapai ketinggian air pada bagian atap gedung.

Meski sebagian lagi sudah mengalami surut, para masyarakat belum bisa kembali menempati. Mereka pun masih dilakukan evakuasi dan terpaksa diungsikan ke beberapa lokasi pengungsian. Kepala BPBD Boalemo Mus Moha bersama Kepala Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Didin Lamusu ketika, Kamis (27/10), mengungkapkan, bencana banjir di dua wilayah, Kecamatan Paguyaman dan Wonosari, sudah mengenai 1.446 kepala keluarga (KK). “Para warga sementara masih dalam tahap evakuasi. Di antaranya di Desa Girisa masih terjebak arus banjir karena ruas jalan menghubungkan

dalam genangan arus yang kuat. Evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet milik Basarnas dan BPBD sekaligus membagi-bagikan paket bantuan kebutuhan sehari-hari dan juga pasokan makanan,” beber Didin.

Mus Moha menjelaskan, dari data terbaru diperoleh mencatat korban bencana banjir menimbulkan kerugian material berupa 15 ekor hewan ternak sapi milik masyarakat dinyatakan hilang dibawa arus. Serta lahan pertanian sawah yang porak-poranda dan tergenang mencapai 862 hektare. Lahan tanaman jagung

yang rusak mencapai 2,5 ton. “Parahnya lagi terdapat dua rumah hanyut di Paguyaman dibawa arus banjir. Untung saja tidak ada korban jiwa pada bencana kali ini,” papar Mus Moha. (nrt/eja/cr17/cr1/ska/jpg)

 

Komentar telah ditutup.