Pink Ribbon Layani Infomasi Seputar Kanker

INDOPOS.CO.ID – MELANJUTKAN kampanye kanker melalui kegiatan Pink Ribbon Campaign, digelar mal Ciputra Jakarta. Mal itu berkomitmen dalam mengedukasi masyarakat.

Pengetahuan tentang  bahaya kanker payudara bisa diketaui pengunjung mal. “Caranya melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat informasi seperti talkshow,”kata Public Relation Mal Ciputra Rida Kusrida di Jakarta kemarin.

Baca Juga :

Dijelaskanya, pengunjung juga dapat menikmati hiburan yang berisi pesan positif tentang penanggulangan dini kanker. Termasuk informasi seputar kanker payudara.

Mengiatkan gerakan  edukasi dini Periksa Payudara Sendiri (SADARI). Topik tersebut  masih menjadi tema utama dalam kampanye Mal Ciputra Jakarta di tahun ini.

Baca Juga :

Dengan menyadari dan mengetahui dari sejak dini merupaka cara yang sangat mudah dan murah.Diharapkan para wanita dapat terhindar dari bahaya kanker payudara yang mematikan.Selain itu, acara yang berlangsung selama sepekan ini diisi dengan kegiatan positif bagi pengunjung. Untuk memberikan semangat kepada survivor kanker payudara.

Sejumlah kegiatan digelar tidak hanya talk show. Masih ada pula rangkaian acara  fashion show, hiburan, tarian. Tak ketinggalan parodi dari para Survivor Kanker Payudara. Dilengkapi kegiatan edukasi berupa penyebaran flyer tentang kanker payudara dari Cancer Information and Support Center (CISC).

Baca Juga :

Alat Ukur Stres di Tengah Pandemi COVID-19

Dalam pelaksanaan kampanye peduli kanker payudara ini, Mal Ciputra Jakarta didukung juga oleh Yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta. Kerjasama keduanya wujudkan melalui talkshow dengan mendatangkan dokter Vanessa Hutasoit dari YKI. Didukung juga bintang tamu penyanyi Helena selaku public figure yang peduli terhadap kanker payudara. Kehadiranya,  berbagi informasi seputar kanker payudara.

Berdasarkan data dari Yayasan Kanker Indonesia, kanker payudara adalah jenis kanker yang menempati urutan kedua setelah kanker paru-paru secara keseluruhan di Indonesia. Mayoritas menyerang wanita. Penyebabnya adalah delapan persen faktor dari genetik dan sisanya karena pola haya hidup.(yer)

Komentar telah ditutup.