Diduga, Incumbent Melanggar Kampanye

INDOPOS.CO.ID – PELAKSANAAN kampanye Pilgub DKI Jakarta telah dimulai sejak 28 Oktober 2016. Namun Bawaslu DKI Jakarta sudah  mendapat laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran kampanye ditempat ibadah.

“Bawaslu DKI, kemarin mendapatkan laporan masyarakat, terkait adanya dugaan pelanggaran kampanye di tempat ibadah. Yakni ada yang melakukan selembaran Jumat, tentang cagub-cawagub di masjid-masjid,” ujar Pimpinan Bawaslu DKI Jakarta M Jufri, kemarin (31/10).

Baca Juga :

Selembaran dimaksud yakni berisi tentang prestasi incumbent selama ini. Terkait hal tersebut, Bawaslu DKI sudah menginstruksikan kepada jajaran pengawas pemilu. “Kami instruksikan kepada seluruh jajaran panwas, kalau mengetahui ada yang membagikan selebaran, di tempat ibadah, sekolah, dan kantor pemerintah untuk berkoordinasi dengan kepolisian. Untuk diproses lebih lanjut,” ungkap Jufri.

Bahkan Bawaslu DKI, hari ini (1/11), rencananya akan memanggil pelapor terkait dugaan pelanggaran kampanye. “Rencana pelapor akan dipanggil Selasa,” jelas Jufri.

Selain dugaan pelanggaran kampanye, Dinas Kominfo Pemprov DKI Jakarta juga menuai sorotan warga. Bahkan dinas tersebut telah dilaporkan ke Bawaslu DKI, terkait akun media sosial yang dikelolanya.

“Warga melaporkan akun media sosial yang dikelola Kominfo masih menampilkan kegiatan-kegiatan petahana (Ahok-Djarot). Seharusnya, saat masa cuti kampanye, kegiatan petahana di media sosial tidak ditampilkan oleh Kominfo. Kami sudah memanggil dan menegur Kominfo,” tandas Jufri.

Dasar hukumnya, sambun Jufri, yakni Undang Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang kampanye. Sebelumnya, terkait pelaksanaan kampanye yang dimulai sejak 28 Oktober 2016 sampai 11 Febuari 2017,partai politik, serta tim sukses dan pendukung cagub dan cawagub diminta mematuhi aturan kampanye. Seperti dalam teknis pemasangan alat peraga kampanye. (dai)

Komentar telah ditutup.