Tergerus Angkutan Online, Industri Transportasi Masih Tertekan

INDOPOS.CO.ID – Dunia jasa transportasi tradisional masih diselimuti kabut gelap. Hingga kuartal tiga tahun ini, kondisinya makin terseok-seok dibanding tahun lalu. Itu terefleksi dari kinerja dua emiten taksi konvensional PT Express Transindo Utama (TAXI) dan PT Blue Bird (BIRD).

Berdasar data bursa efek indonesia (BEI), Express dibekap rugi Rp 81,8 miliar, anjlok dibanding edisi sama tahun lalu masih merogoh laba bersih Rp 11,07 miliar. Kondisi itu dipemicu pendapatan defisit 28,95 persen menjadi Rp 512,57 miliar dari periode sama tahun lalu Rp 721,4 miliar.

Blue Bird terbilang masih mendingan. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, perusahaan membukukan laba bersih Rp 360,86 miliar. Meski tidak disangkal, koleksi tersebut minus 42,3 persen dari episode sama tahun lalu Rp 625,42 miliar.

Performa buruk emiten taksi itu ditengarahi biaya operasional taksi tinggi. Beban operasi itu harus ditanggung karena perusahaan terus menambah jumlah armada. Dengan begitu, biaya operasi menggerus koleksi pendapatan. ”Lebih besar pasak dari pada tiang istilahnya. Itu konsekuensi dari strategi bisnis,” tutur anggota Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (2/11).

Selain itu, jumlah armada taksi berbasis teknologi daring (online) terus menjamur ikut menekan kinerja Blue Bird dan Express. Di mana, tarif taksi online jauh lebih murah, sehingga masyarakat cenderung memilih harga jauh lebih murah. Di samping itu, pertambahan jumlah penumpang taksi tidak sebanding armada taksi.

”Jadi, pertambahan armada itu tidak sebanding jumlah penumpang. Bahkan, pertumbuhan jumlah penumpang taksi tidak secepat pertumbuhan jumlah taksi,” ulas Reza.

Baca Juga :

Dengan kondisi itu, hingga penghujung tahun ini kinerja Blue Bird dan Express diprediksi masih akan terus tertekan. Sebaiknya saran Reza, emiten taksi memikirkan mengurangi jumlah armada untuk menyesuaikan dengan jumlah penumpang. ”Paling banter tumbuh 3-4 persen, itu sudah bagus,” ucapnya. (far)

Komentar telah ditutup.