Prijanto: Salahkan Penguasa yang Terlambat 

INDOPOS.CO.ID – Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Mayjend (Purn) Prijanto meminta semua pihak jangan terlalu cepat nyalahkan pendemo 4 November atau yang berlangsung kemarin. Apalagi tertuju ke Front Pembela Islam (FPI).
Baca Juga :
“Sampai-sampai markas FPI diawasi. Keliru! FPI hanya bagian kecil dari peserta Demo Umat Islam yang sangat besar itu kemarin! Sangat banyak di antara mereka tidak pernah demo. Tetapi mereka saat ini digerakkan oleh marwah Surat Almaidah,” ujar Prijanto, di Jakarta, Sabtu (5/11).
Oleh sebab itu, menurut penilaian Prijanto, sanga tidak masuk akal atau kecil kemungkinan ribuan umat Islam yang berunjukrasa kemarin itu pemicu kerusuhan. Sebab mereka sama sekali tidak memiliki bekal ataupun niat membuat kerusuhan.
Baca Juga :

Walah, Tujuh Perusuh Positif Narkoba

“Jika terjadi kerusuhan, apapun pemicunya dan dari pihak manapun yang memulainya, di lapangan, semua itu yang patut disalahkan adalah penguasa yang terlambat!!! Walaupun kerusuhan tersebut tidak ada yang menginginkan maupun mengharapkan,” tegas Prijanto.
Untuk itu Prijanto mengatakan bahwa keterangan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian yang akan memanggil Ahok pada hari Senin pekan depan patut diduga karena adanya “tekanan” demo 4 November yang belum terlaksana. “Itulah buah gegapgempitanya umat Islam yang menuntut ditegakkannya hukum dan keadilan atas penistaan agama Islam oleh Ahok,” papar Prijanto.
Menurut dia, keputusan Kepolisian yang dipimpin Tito susah ditebak. Pasalnya berbagai kemungkinan bisa saja melatarbelakangi sikap kepolisian atas penanganan dugaan penistaan agama oleh Ahok.
“Apakah (keputusan polisi memanggil Ahok-red) memang kurang cerdas, kurang tanggap, ragu-ragu, ulur waktu, tidak ada niat, mengada-ada, berlindung di KUHAP, dikendalikan kekuatan besar, dikendalikan kekuasaan, atau baru sadar setelah lihat tekad umat Islam pada 4 November dll berseliweran bisa untuk menilai keputusan Kapolri,” tandas Prijanto.
Prijanto yang juga mantan Perwira Tinggi TNI AD ini mengatakan bahwa apapun yang akan dilakukan kepolisian menangani kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok berimplikasi pada penilaian masyarakat terhadap Kapolri, Tito Karnavian. “Apakah Tito akan dikenang bak Jenderal (Pol) Hugeng atau sebaliknya ? Kita tunggu,” papar Prijanto.
Prijanto juga menegaskan bahwa aksi-aksi unjuk rasa yang dilakukan umat Islam bukanlah persoalan antar umat beragama, juga bukan berkaitan dengan Pilkada DKI Jakarta. Namun semua itu akibat ulah Ahok yang juga Gubernur petahanan DKI Jakarta. “Ini hanya persoalan perorangan, yakni mulut Ahok penyebabnya, dan perlunya penegakan hukum secara berkeadilan,” tandas Prijanto. (rmn)

Komentar telah ditutup.