Seribu Penerangan Jalan Umum Mati

INDOPOS.CO.ID – Sebanyak 1.000 penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mati. Kabid Pengendalian Jalan dan Jembatan pada Dinas Bina Marga Sumber Daya Air, Mineral dan Pertambangan Kabupaten Bandung Barat, Suherman membenarkan, jika dari total 3.600 PJU di Kabupaten Bandung Barat, sebanyak 1.000 PJU di antaranya mati. “Berdasarkan penghitungan kami ada 1.000 PJU yang lampunya mati,” kata Suherman kepada wartawan di Ngamprah, Minggu (6/11).

Suherman menyebutkan, matinya lampu PJU tersebut diakibatkan oleh faktor cuaca serta kondisi lampu yang sudah lama. Biasanya, kata dia, ada batas waktu maksimal pada lampu PJU yakni hanya 2 tahun. Setelah itu, harus diganti dengan lampu yang baru. “Rata-rata matinya lampu PJU karena memang lebih dari 2 tahun. Faktor lainnya cuaca,” ungkapnya.

Titik PJU yang mati, kata dia, berada di perkotaan seperti di Padalarang, Ngamprah hingga Lembang. Pihaknya saat ini akan melakukan koordinasi dengan PT PLN untuk mengganti lampu-lampu yang sudah mati tersebut. “Termasuk kita juga akan meningkatkan pemeliharaan PJU yang tidak hanya di perkotaan. Namun, hingga ke Cililin, Sindangkerta, dan Gununghalu,” ujarnya.

Selain melakukan pemeliharaan terhadap PJU yang mati, lanjut dia, tahun ini Dinas Bina Marga membangun PJU baru di sejumlah titik. Pembangunan PJU baru ini diambil dari APBD 2016 sebesar Rp 1,5 miliar. “Ada 5 paket di tahun ini untuk pembangunan PJU baru. Di antaranya berada di Lembang, perbatasan KBB-Cimahi dan Batujajar. Totalnya ada 170 titik PJU baru yang akan kita bangun,” katanya.

Baca Juga :

Suherman menuturkan, penambahan PJU pada tahun ini masih belum maksimal. Sebab, jika dilihat dari infrastruktur dan geografis di Kabupaten Bandung Barat yang memiliki 16 kecamatan, idealnya PJU bisa terpasang sebanyak 10.000 PJU. “Kita bertahap menambah PJU baru. Termasuk di tahun depan bila APBD memungkinkan, kita akan coba tambah PJU baru lagi. Agar di jalanan bisa terang hingga ke wilayah selatan,” tandasnya. (drx/jpg)

Komentar telah ditutup.