Misteri Aktor Politik 4/11

INDOPOS.CO.ID — Presiden Joko Widodo dan mantan Presiden Soesilo Bambang Yudoyono (SBY) telah menyajikan teka-teki politik nasional. Alhasil, masyarakat Indonesia dibuat kebingungan pasca aksi damai massa 4 November lalu atau dikenal 411.

“Masyarakat benar-benar dibuat bingung, karena baik Presiden Jokowi maupun mantan SBY sama-sama hanya menyajikan teka-teki yang tidak mudah untuk diterka. Dan, teka-teki ini membuat suasana politik makin tidak menentu,” ungkap Bambang Soesatyo, politisi Partai Golkar kepada wartawan, Minggu (6/11).

Baca Juga :

Solusi yang harus dilakukan Jokowi, sambung Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, diminta untuk mengungkap identitas aktor politik yang dituding menunggangi aksi massa pada Jumat (4/11) lalu. “Itu penting dilakukan untuk menurunkan tensi politik dan memperjelas duduk persoalan,” tukasnya.

Ketua Komisi III DPR RI itu menambahkan, teka-teki mulai disajikan saat Jokowi mengunjungi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Senin (31/9) lalu. Kemudian, secara tiba-tiba SBY menyambangi Menko Polhukam Wiranto, Selasa, (1/11) siang lalu dan malam harinya menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Baca Juga :

“Kemudian, Rabu, (2/11) lalu, SBY menggelar jumpa pers di Cikeas. Berbahaya jika ada informasi intelijen yang menyebutkan, rencana aksi unjuk rasa pada 4 November digerakkan atau didanai pihak tertentu atau partai politik,” ujar Bamsoet.

Terlebih, lanjutnya, SBY juga tidak menyebut identitas pihak yang dituding membiayai aksi itu dan siapa yang menuduh. Lalu, usai aksi massa 4 November, Jokowi menyebutkan, ada aktor politik yang memicu kerusuhan dalam aksi damai itu. Untuk itu, baik Jokowi maupun SBY harus mengungkap aktor politik yang dimaksud.

Baca Juga :

Senada dengan Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan yang mengatakan pernyataan Jokowi tersebut tengah menjadi bola liar bagi publik siapa aktor politik yang disebutnya. “Demokrat juga meminta Jokowi segera mengungkap dan mengusut aktor politik yang disebut menjadi otak gerakan demo 4 November yang dihadiri jutaan massa,” paparnya.

Gerindra-NasDem Memanas

Pasca aksi massa 4 November lalu, Partai Gerindra dan Partai Nasional Demokrat (NasDem) mulai memanas. Ini dipicu pernyataan partai besutan Surya Paloh itu agar polisi memeriksa kader partai besutan Prabowo Subianto. Alhasil, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra geram dan menyebutnya sangat tendensius.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem Irma Suryani Chaniago menyatakan, pihaknya minta kepolisian memeriksa dua Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon dan Fahri Hamzah. Pemeriksaan itu, terkait dengan keributan dalam demo 4 November. “Jangan cuma cari panggung,” tandasnya kepada wartawan, kemarin.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta Partai NasDem untuk tidak memperkeruh suasana saat ini, terlebih NasDem juga meminta agar dirinya diperiksa oleh pihak kepolisian atas aksi masaa 4 November lalu. “Pernyataan Partai NasDem ini jelas tendensius dan sama sekali tak berdasar. Partai Nasdem ingin mengail di air keruh. Janganlah perkeruh suasana,” tegasnya. (aen)

Komentar telah ditutup.