Seleksi KPU-Bawaslu Didominasi Petahana

INDOPOS.CO.ID — Sebagian besar pendaftar seleksi komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) periode 2017-2022 adalah petahana penyelenggara Pemilu baik dari tingkat kabupaten/kota, dan Propinsi.

Kehadiran mereka ini pun disambut baik oleh anggota Komisi II DPR RI Luthfi A. Mutty. Politikus dari Fraksi Nasdem ini menerangkan, hal itu dibutuhkan mengingat para petahana memiliki pengalaman. “Bagus jika komisioner KPUD Prov dan Bawaslu prov ikut seleksi KPU dan Bawaslu pusat karena mereka sudah punya pengalaman lapangan,” katanya saat dihubungi INDOPOS, Minggu (6/11).

Baca Juga :

Meski begitu, lanjutnya, panitia seleksi (pansel) yang ditunjuk oleh pemerintah harus bisa menyaring calon yang berkualitas. “Yang penting mereka yang terpilih adalah yang memiliki kualifikasi, kompetensi, karakter dan integritas yang teruji dan terpuji. Ini penting agar sebagai penyelenggara dapat menghadirkan pemilu yang lebih berkualitas, terutama dalam menghadapi pemilu 2019 nanti,” tandasnya.

Masykurudin Hafidz, koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menekankan, agar kehadiran para petahana penyelenggara pemilu daerah untuk ikut dalam penyeleksian KPU dan Bawaslu pusat tidak mengganggu jalannya proses Pilkada 2017.

“Ini terutama bagaimana konsentrasi daripara calon itu tetap dapat kritis dalam rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan tindak lanjut putusan PT TUN bersamaan dengan Tes Tertulis. Pelaksanaan Debat Publik Pasangan Calon kepala daerah bersamaan dengan Tes Wawancara,” cetusnya.

“Intinya persiapan menjadi peserta seleksi anggota KPU-Bawaslu tidak melupakan tanggung jawab mereka mewujudkan Pilkada 2017 yang berkualitas di daerahnya masing-masing,” pungkasnya. (dil)

Komentar telah ditutup.