Pembelaan kepada Ahok Memperkeruh Suasana

INDOPOS.CO.ID – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin mengungkapkan, sebenarnya dengan menyatakan permohonan maaf, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah mengakui kesalahannya dia telah menghina Al-qur’an.

Namun, dengan kembali mengotak-atik bahwa perkataan Ahok tidak ada unsur penistaan, itu sama saja dengan memperkeruh suasana.

Baca Juga :

“Saya harus katakan, permohonan maaf itu kemudian diperkeruh, dibatalkan, ditangguhkan, oleh para pembela Pak Ahok yang mengatakan bahwa dia tidak bersalah,” kata Din di Kantor MUI, Jalan Proklamasi 51, Jakarta Pusat, Rabu (9/11).

Apalagi, lanjut Din, pembelaan-pembelaan kepada Ahok itu memakai mulut-mulut orang Islam. Akhirnya, kata dia, umat Islam bereaksi.

Baca Juga :

“Apalagi memakai mulut-mulut orang Islam, ini bereaksi umat ini. Udahlah, urusan Ahok kemudian dibela-bela, ini dampaknya kepada ketidakpercayaan umat,” tutur mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.

“Jadi seolah-olah, permintaan maafnya tidak tulus. Kan ada dibela-bela dia, nah yang disuruh belanya adalah orang Islam,” pungkasnya. (rmn)

Baca Juga :

Komentar telah ditutup.