Nasional

Menteri Nasir: Perangi Pungli Melalui Pencegahan Internal Dikti

Redaktur:
Menteri Nasir: Perangi Pungli Melalui Pencegahan Internal Dikti - Nasional

INDOPOS.CO.ID - Maraknya pungutan liar(Pungli) di lingkungan pendidikan tinggi(Dikti), Menteri Riset, Teknologi(Ristek) dan Pendidikan Tinggi(Dikti) Mohamad Nasir berharap pembayaran di lingkungan pendidikan tinggi tidak dilakukan secara tunai. " Semua yang berhubungan uang tidak dibayar tunai, bisa disetorkan melalui bank," ujar Mohamad Nasir saat meresmikan aplikasi cegah pungli di Universitas Negeri Gorontalo, Kamis(10/11). Menurut Nasir, langkah itu sesuai arahan Presiden Joko Widodo(Jokowi) untuk membasmi pungli. Karenanya, Kementerian Ristek dan Dikti tidak main-main dengan pungli di lingkungan perguruan tinggi(PT). Caranya, dengan melakukan pencegahan dari internal PT. " Non cash dapat dilakukan pada pembayaran rutin seperti legalisir dan honorarium dosen," kata Nasir. Untuk pencegahan pungli dicontohkan Nasir, pada proses legalisir dapat dibuatkan print number. Pasalnya, pembuatan print number dapat mencegah indikasi pungli. " Misalnya adanya proses percepatan legalisir tanpa print number, jelas diduga kuat ada indikasi pungli," tegasnya. Pencegahan pungli yang lain, masih ujar Nasir dengan menyediakan ATM di tiap kasir PT. Sehingga pembayaran uang kuliah mahasiswa bisa dilakukan secara non tunai. Karena, menurut Nasir mahasiswa saat ini mayoritas memiliki kartu debet. " Mahasiswa tidak boleh bayar dengan tunai. Ini akan kita kembangkan ke depan," ungkap Nasir. Dia sangat mengapresiasi langkah UNG sapu bersih pungli dengan membuat aplikasi cegah pungli. Apalagi, isu korupsi terkuak pada proses pemilihan rektor di beberapa universitas. " Kami gandeng pusat Studi Kebijakan dan Anti Korupsi UNG untuk menggembangkan aplikasi cegah pungli," tandasnya.(nas)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.