Tingkatkan Skill, KOICA Latih Anjal DKI

INDOPOS.CO.ID – PARA remaja bermasalah binaan  Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya, Dinas Sosial DKI Jakarta, ke depan akan mendapat ketrampilan tambahan. Seperti membuat furniture, merakit komputer, dan ketrampilan berbahasa Inggris.

Melalui Korea International Cooperation Agency (KOICA), Asia Africa Development Relief Foundation (ADRF) dan Dinas Sosial DKI Jakarta, kerjasama (MoU) dilakukan dengan pengembangan sarana dan prasarana pelatihan keterampilan furniture atau meubel.

Baca Juga :

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta, Chaidir menuturkan, remaja bermasalah khususnya mereka yang putus sekolah, telantar, anak jalanan, dan anak dari keluarga miskin yang ada di DKI Jakarta perlu diberi perhatian.

“Remaja ini kami berikan kesempatan untuk mendapat pelatihan keterampilan di Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya. Salah satunya keterampilan furniture. Mereka kami latih agar mereka punya keterampilan dan mereka bisa hidup mandiri dan tidak menganggur,” ujar Chaidir dalam kegiatan penandatanganan kerjasama dengan Badan Pemerintahan Korea Selatan, di Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya, Jakarta Selatan, Senin (14/11) siang kemarin.

Baca Juga :

Karya Desainer Indonesia Digunakan Lady Gaga

Direktur KOICA Indonesia, Mrs. Oh Gi Youn menuturkan, KOICA sejak tahun 2015 lalu, bersama ADRF telah mendukung program di PSBR Taruna Jaya berupa pelatihan keahlian komputer, pengembangan diri, dan yang terbaru ini program pelatihan furniture.

“Kami berharap dengan adanya kelas furniture ini anak-anak di PSBR bisa mencerahkan masa depan Indonesia dengan mimpi dan harapannya. Sehingga dapat melangkah untuk masa depan yang lebih baik,” kata Oh Gi Youn.

Baca Juga :

Sedangkan Kang Sang Sun, Direktur ADRF Korea juga menyebutkan, pihaknya berada di Jakarta untuk berkontribusi dalam menyelesaikan masalah sosial anak-anak di Jakarta. “Kami juga berupaya untuk ikut berkontribusi dalam mengembangkan pendidikan melalui program yang didukung oleh KOICA dan Dinas Sosial DKI Jakarta,” tambah Kang Sang Sun.

Sementara, Kepala PSBR Taruna Jaya, Saiman menambahkan, saat ini sudah ada sembilan pelatihan keterampilan yang ada di pantinya. Keterampilan itu, sambungnya, merupakan keterampilan yang dibutuhkan oleh masyarakat seperti servis otomotif, las, menjahit, salon, servis hp, servis AC, tata boga, dan yang terbaru ini adalah furniture.

“Sekitar 135 orang akan diberikan pelatihan keterampilan setiap tahunnya. Mereka akan memilih sesuai minat dan bakat mereka. Mereka akan kami latih selama enam bulan dengan program magang dua bulan,” tambah Saiman.

Selain itu, lanjutnya, sebenarnya tujuan dari pembinaan yang dilakukan agar remaja bermasalah itu memiliki masa depan yang cerah. Mereka bisa hidup mandiri dengan memiliki pekerjaan.

“Kami di sini berupaya untuk merubah mindset dan perilaku mereka. Karena sebelumnya mereka anak-anak yang terbiasa hidup di jalanan. Di sini kami biasakan rajin, disiplin, dan sungguh-sungguh,” ulasnya.

Dalam pelatihan ini juga diberikan keterampilan berbahasa Inggris dengan harapan mampu mencetak tenaga kerja ahli yang terampil dan mampu bersaing serta peduli dengan anak-anak remaja di Panti Sosial khususnya.

Diharapkan MoU ini dapat berkesinambungan, sesuai dengan tuntutan zaman. “Kita harapkan kerjasama dua Negara Korea dan Indonesia dapat lebih sukses lagi,” urainya. Kami tak akan henti-hentinya untuk membuat perubahan terhadap pelatihan ini. Tujuannya agar mereka anak-anak jalanan ini dapat bekerja dan hidup mandiri. Dengan menggunakan pola 2 semester dan pemagangan tidak sampai 6 bulan. Jika sudah siap pun akan dipekerjakan.

“Selama 3 bulan murid dapat belajar membuat meja yang cukup kuat. Meja ataupun buffet dibuat dari bahan-bahan kayu limbah. Kedepannya mereka dapat bekerja di Pabrik Furniture yang akan mempekerjakan murid-murid binaan,” tandasnya. (ibl)

 

 

Komentar telah ditutup.