Nunggak Pajak Rp 1,8 Miliar, Pengusaha Ini Masuk Bui


INDOPOS.CO.ID–
Tiga tahun menunggak pajak, RS (33) pengusaha olahan kayu asal Cirebon dieksekusi oleh Kanwil Direktorat jenderal Pajak (DJP) Jawabarat II Kamis (17/11). Penanggung pajak PT HP tersebut disandera (Gijzeling) dan dijebloskan ke Rutan Klas I Cirebon sampai seluruh urusan pajaknya diselesaikan oleh yang bersangkutan.

Hal tersebut disampaikan kepala KPP Pratama Cirebon Esther PJ Pangaribuan saat ditemui Radar (INDOPOS GROUP) di kantornya, Jumat (18/11). Menurut Esther, sebenarnya upaya penyanderaan adalah upaya terakhir yang dilakukan pihaknya. ”Yang bersangkutan ini dinilai mampu dan mempunyai kemampuan untuk melunasi utang pajak, namun tidak ada itikad baik, sudah kita coba cara-cara persuasif, namun tidak pernah diindahkan,”ujarnya.

Baca Juga :

RS sendiri menunggak pajak selama 3 tahun, jumlah totalnya sekitar Rp 1,8 miliar. ”Awalnya yang bersangkutan tidak kooperatif. Kemudian kita berikan pemahaman sampai akhirnya yang bersangkutan bersedia mengikuti proses yang kami lakukan. Tujuan penyanderaan adalah untuk mencairkan piutang pajak sekaligus memberikan efek jera dan peringatan untuk wajib pajak lainnya agar taat pajak,”imbuhnya.

Akhirnya, setelah berada di dalam Rutan, barulah RS kooperatif dan bersedia membayar pajaknya. RS kemudian mengikuti program tax amnesty dan hanya membayar pokok pajaknya tanpa denda apapun. ”Setelah menyelesaikan pajaknya, RS kemudian kita keluarkan lagi. Dan yang bersangkutan kini mengikuti program tax amnesty,”tuturnya.(dri/JPG)

Baca Juga :

Komentar telah ditutup.