OJK Perkuat Literasi Masyarakat Kaltim lewat iB Vaganza

INDOPOS.CO.ID- Guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Kaltim, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Islamic Bank (iB) Vaganza di Samarinda. Hingga kini, data OJK menunjukkan pertumbuhan perbankan syariah dari sisi kredit, aset, dana pihak ketiga (DPK) dan non-performing financing (NPF). Targetnya iB Vaganza, bisa menambah 3.000 nasabah baru untuk perbankan syariah.

Kepala OJK Kaltim Dwi Arianto mengatakan, penyelenggaraan iB Vaganza di Samarinda ini sejalan dengan strategi OJK. Setelah sukses menggelar iB Vaganza 2016 di Palembang, Bekasi, dan Padang.

Baca Juga :

Paslon dan Timses Sebaiknya Jauhi ASN

Kini, OJK bekerja sama dengan industri perbankan syariah di Indonesia, kembali menggelar iB Vaganza keempat di BIG Mall Samarinda. Selama empat hari, mulai dari 17-20 November 2016.

“Adanya iB Vaganza memang menjadi sarana sosialisasi dan edukasi. Agar bisa mengembangkan keuangan syariah di Kaltim,” ujarnya kepada Kaltim Post (INDOPOS GROUP) saat pembukaan iB Vaganza di BIG Mall Samarinda, Kamis (17/11).

Baca Juga :

Dia menjelaskan, kondisi keuangan perbankan syariah di Kaltim peningkatannya cukup baik, walaupun memang masih butuh pertumbuhan yang lebih baik. Posisi keuangan syariah pada September 2016 dibandingkan posisi yang sama pada 2015 year on year (yoy) di Kaltim.

Tercatat, memiliki aset pada 2016 Rp 5,8 triliun, tahun sebelumnya Rp 5,7 triliun tumbuh 2,26 persen. Pembiayaan pada 2015 Rp 4,1 triliun, pada 2016 Rp 4,25 triliun, tumbuh 2,5 persen.

Baca Juga :

Bukan Kerbau

”DPK keuangan syariah pada September 2016, senilai Rp 4,3 triliun, yoy 2015 Rp 4 triliun, tumbuh 8,84 persen. NPF membaik, walaupun masih tinggi pada 2015 5,77 persen menjadi 5,42 persen pada 2016,” ungkapnya.

Menurut Dwi, potensi keuangan syariah di Kaltim sangat besar. Menjadi tantangan baru dalam mendorong keuangan syariah. Pihaknya harus lebih berkoordinasi lagi kepada seluruh stakeholder yang ada.

”Kini, keuangan syariah sudah menjadi fokus pemerintah. Masuk perencanaan pembangunan nasional. Keuangan syariah diharapkan tumbuh lebih besar,” ungkapnya.

Saat ini tambahnya, perbankan syariah semakin dikenal namun hal ini tidak lepas dari edukasi dan sosialisasi. Berbagai upaya dilakukan untuk membangun sektor keuangan syariah. Pemerintah pun semakin memerhatikan keuangan syariah.

”Kehadiran keuangan syariah bisa menjadi pilar penopang keuangan nasional. Diharapkan pada kuartal terakhir, dapat menjadi masa perkembangan keuangan syariah yang lebih baik,” ujarnya.

Asisten 1 Gubernur Kaltim Meliana mengatakan, iB Vaganza akan menjadi sumber edukasi terhadap keuangan perbankan syariah. Tidak hanya Islam, akan tetapi seluruh masyarakat. Karena, keuangan syariah bukan terbuka untuk umum. Pemerintah daerah (pemda) mengimbau, agar perbankan syariah di Kaltim bisa mendukung realisasi peningkatan pembangunan ekonomi Kaltim. Utamanya usaha mikro, kecil, menengah (UMKM).

”Pemberdayaan UMKM sangat penting. Karena, UMKM terbukti dapat memberikan lapangan pekerjaan guna mengurangi angka pengangguran,” ujarnya. (*/ctr/lhl/k15/JPG)

Komentar telah ditutup.