Pemerintah Sediakan Kredit Ekspor Rp 4,2 Triliun


INDOPOS.CO.ID
– Kementerian Perindustrian mendukung PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang mengekspor pesawat dengan memberi dana penugasan khusus (national interest account/NIA) yang digunakan sebagai kredit bagi pembeli dan modal kerja. Skema NIA dinilai potensial memperkuat kinerja ekspor perseroan saat kondisi perekonomian global melambat.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Haris Munandar menyatakan, pada tahap pertama, pemerintah memberikan kredit bagi pembeli di beberapa negara yang membutuhkan pembiayaan untuk membeli pesawat produksi PTDI.

Baca Juga :

Menggoreng Bentjok

Buyers credit diberikan bagi negara berkemampuan terbatas seperti Senegal dan Nepal. Dengan kredit yang diberikan negara kepada pembeli itu, aliran kas PTDI tidak akan terganggu.

PTDI juga bisa memanfaatkan dana NIA sebagai modal kerja pembuatan pesawat untuk negara yang memiliki perekonomian kuat seperti Uni Emirat Arab atau Thailand. Dengan demikian, pengadaan bahan baku dan pengiriman pesanan bisa dilakukan tepat waktu.

Baca Juga :

Memandang Samudera Hindia dari Atas Bukit

Dana NIA disediakan melalui Indonesia Exim Bank. Tahun ini dana NIA mencapai Rp 2,2 triliun. Tahun depan, dana ditambah menjadi Rp 4,2 triliun. ’’Sifatnya dana bergulir,’’ jelas Haris.

Dirut PTDI Budi Santoso menjelaskan, dana NIA tersebut akan digunakan untuk mengekspor pesawat N-235 dan N-212 ke sejumlah negara di Afrika dan Asia. Dua jenis pesawat itu layak mendapat dukungan karena merupakan produk hasil pengembangan nasional.

’’Harga satu pesawat N-235 mencapai USD 25 juta, sedangkan N-212 kira-kira separonya,’’ katanya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menuturkan, industri penerbangan dalam negeri terus tumbuh signifikan, baik dalam lalu lintas udara, jumlah penumpang, maupun arus barang. Jumlah penumpang pun tumbuh sekitar 15 persen per tahun selama 10 tahun terakhir.

’’Jumlah penumpang udara internasional naik sekitar 8 persen dan Indonesia merupakan negara terbesar ke-3 di Asia dalam pembelian pesawat udara setelah Tiongkok dan India,’’ ungkapnya.

PTDI kini mengembangkan pesawat N-219 yang berkapasitas 19 orang. Selain itu, dikembangkan pesawat N-245 dan N-270. PTDI juga memproduksi helikopter dengan lisensi Bell Helicopter dan Eurocopter.(dee/c5/noe/JPG)

Komentar telah ditutup.