Cuaca Tak Menentu, Harga Sayuran Melambung Tinggi

INDOPOS.CO.ID – Faktor cuaca masih mempengaruhi mahalnya harga sejumlah sayuran. Musim penghujan tahun ini membuat daun dan bunga sayuran rontok dan mudah membusuk. Terutama cabai merah, tomat, dan bawang merah.

“Musim hujannya kan aneh, sebentar hujan besar terus panas lagi. Itu buat tanaman enggak bagus,” ujar pedagang sayuran di Pasar Induk Jagasatru, Nukhodijah, kepada Radar Cirebon (Jawa Pos Group).

Kondisi ini, kata dia, menyebabkan harga sayuran naik dua kali lipat. Di Pasar Jagasatru, kini Harga cabai merah untuk kualitas beauty sebelumnya Rp 20ribu/kg kini menjadi Rp 55ribu/kg.

Tomat yang sebelumnya Rp 4.000/kg kini menjadi Rp 10ribu/kg. Cabai hijau yang awalnya Rp 15ribu/kg kini Rp 24ribu/kg. Bawang merah yang semula Rp 20ribu/kg kini menjadi Rp 45-50ribu/kg.

Nukhodijah mengatakan, kenaikan harga sejumlah sayuran itu umum terjadi di beberapa daerah. Namun belakangan dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti cuaca dan sisa dari bencana alam seperti banjir. Sehingga menyebabkan sayuran terutama cabai cepat busuk.

“Harganya naik turun. Sekarang malah naik lagi,” katanya. Tak hanya itu kondisi demikian juga dipengaruhi peningkatan permintaan yang tidak mampu dipenuhi oleh stok barang.
Pedagang lain, Ubaidillah mengatakan, untuk cabai harganya hingga kini masih belum stabil. Normalnya, harga cabai merah beuaty (kualitas bagus) ialah Rp 20-25ribu/kg.

“Ya mau bagaimana lagi apa-apa mahal. Kita juga jadi ambil untungnya tak banyak dari biasanya. Malah jadinya banyak yang tutup karena barangnya mahal,” terangnya.

Dikarenakan harganya yang semakin tinggi ini, menyebabkan sejumlah pedagang untuk kompak tidak mengambil untung banyak. Banting harga ini, dilakukan supaya dagangannya cepat laku.

“Ya untungnya enggak banyak, yang penting laku. Paling sekilo ambil untung antara Rp 500 sampai Rp 1.000 perak,” imbuhnya. (via/yuz/JPG)

Komentar telah ditutup.