Lawan Filipina Jadi Laga Hidup Mati Timnas Indonesia

INDOPOS.CO.ID – Timnas Indonesia kalah dari Thailand di laga perdana Piala AFF 2016. Partai berikutnya lawan Filipina pun disebut jadi “laga hidup-mati” buat ‘Skuat Garuda’. Hal itu dikatakan Aji Santoso, mantan pemain timnas, setelah Indonesia kalah 2-4 dari Thailand di Phillipines Sports Stadium, Sabtu (19/11/2016) kemarin. Indonesia sempat ketinggalan dua gol, berhasil menyamakan jadi 2-2, walaupun akhirnya kalah juga.

Menurut Aji, tim Alfred Riedl pada dasarnya sudah tampil bagus karena mampu mengejar ketinggalan atas Thailand yang secara historis senantiasa punya tim tangguh. Aji sendiri pernah merasakan betapa kuatnya Thailand ketika tampil di SEA Games 1997 silam. Pada pertandingan final, timnas kalah di babak adu penalti.

Baca Juga :

“Timnas sudah tampil bagus karena mereka mampu memberikan perlawanan. Tapi Thailand memang kuat dan lebih matang karena persiapan mereka jauh lebih bagus dari timnas Indonesia. Bagaimana pun kita harus memberikan apresiasi kepada coach Riedl karena pemain sudah tampil maksimal,” ujar Aji kepada detikSport, Minggu (20/11).

Pada pertandingan lain Grup A, Filipina dan Singapura bermain imbang tanpa gol. Dengan demikian untuk sementara Thailand memimpin grup ini dengan tiga poin, diikuti Filipina dan Singapura yang sama-sama punya satu poin, dan Indonesia yang belum dapat poin.

Di pertandingan selanjutnya, Indonesia akan meladeni Filipina, Selasa (22/11), di Phillipines Sports Stadium. Laga ini menjadi sangat krusial buat Boaz Salossa cs. “Tinggal pertandingan kedua harus menang supaya ada peluang untuk lolos semifinal. Hidup-mati lawan Filipina dan menurut saya tidak mudah mengalahkan Filipina perlu kerja kerja keras dan menurut saya peluang 50-50 dan mudah-mudahan tim kita bisa menang agar terbuka peluang lolos,” kata mantan pelatih timnas U-23 itu.

Riedle mengklaim, kekalahan dari Thailand disebut tak mempengaruhi mental bertanding penggawa timnas Indonesia yang kini sudah langsung bersiap bangkit melawan Filipina. Skuat ‘Garuda’ menelan kekalahan saat berduel melawan Thailand di laga perdana Piala AFF 2016. Pertandingan di Philippine Sports Stadium, Sabtu (19/11/2016) kemarin, selesai dengan skor akhir 2-4.

Baca Juga :

Timnas Indonesia saat ini masih defisit gol di klasemen Grup A Piala AFF. Di laga kedua skuat ‘Garuda’ bertekad memangkasnya dengan cara menang. Indonesia menelan kekalahan saat berhadapan dengan Thailand di laga pertama ajang Piala AFF 2016. Mereka takluk 2-4, hingga mempunyai defisit dua gol di klasemen Grup A.

Saat laga melawan tim besutan Kiatisuk Senamuang, Indonesia dicatat oleh Soccerway mampu melakukan sebanyak empat percobaan on target, dua yang berbuah menjadi gol. Salah satu peluang emas yang gagal bersarang di gawang Filipina adalah kans Boaz Salossa dari jarak dekat di masa injury time. Tendangan pemain asal Persipura Jayapura itu bisa diantisipasi oleh kiper Thailand, Thamsatchanan Kawin.

Penggawa lini tengah Indonesia, Stefano Lilipaly, menilai ‘Merah-Putih’ cuma kurang beruntung di laga melawan Thailand. Saat melawan Filipina di Phillipines Sports Stadium, Selasa (22/11/2016) mendatang, Stefano membidik kemenangan sekaligus memangkas defisit gol.

“Kami tak mempunyai masalah dengan ketajaman pemain depan. Kami cuma kurang beruntung saja tak bisa menyelesaikan peluang di saat pertandingan melawan Thailand. Saat ini, Indonesia masih defisit dua gol. Kami harus bisa memanfaatkan peluang lebih banyak lagi. Dengan penampilan mereka dan penampilan kita, kita memiliki peluang untuk menang. Kita harus menang jika mau terus sampai lolos ke babak berikutnya,” kata Stefano kepada pewarta usai latihan di lapangan Xavier School, Minggu (20/11).

Pelatih Alfred Riedl mengaku sudah banyak berbincang dengan para penggawa Indonesia usai pertandingan. Kekalahan dari Thailand sudah ditinggalkan di belakang dan fokus tim saat ini pada persiapan menatap laga kedua melawan Filipina, Selasa (22/11) mendatang. “Saya pikir mental mereka tidak jatuh. Kami sudah melakukan pertemuan kemarin. Saya sudah banyak berbicara dengan para pemain dan juga para pelatih,” Riedl kepada pewarta seusai memimpin latihan di Xavier Scholl, Minggu (20/11). (dts/JPG)

Komentar telah ditutup.