Di Berau, Sabu Dijual untuk Karyawan Perusahaan Perkebunan

INDOPOS.CO.ID– Peredaran narkoba di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau – tak ada habisnya. Senin (21/11), sekitar pukul 15.00 Wita, Polsek Segah berhasil meringkus dua pengedar sabu jaringan besar asal Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Dua pengedar yakni, Andi Hamzah (36) dan Ibrahim Saputra (36) warga Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan Kaltara. Mereka diringkus di Kampung Gunung Sari, Kecamatan Segah dengan barang bukti sekitar 103 gram sabu-sabu.

Kapolsek Segah Iptu Budi Witikno mengatakan, terungkapnya kasus ini berdasarkan informasi dari masyarakat akan adanya transaksi sabu-sabu dalam jumlah besar di Kecamatan Segah.

Mengetahui hal tersebut, pihaknya langsung bergerak melakukan penyelidikan sekitar pukul 13.00 Wita. Dan informasi yang diterima, transaksi akan dilakukan sekitar pukul 15.00 Wita di poros jalan Kampung Gunung Sari.

“Berdasarkan informasi ciri-ciri yang kami terima sesuai, di poros jalan itu dua pelaku yang menggunakan mobil menunggu pembelinya, tak menunggu lama langsung kami ringkus,” tegas Budi kepada Berau Post, Senin (21/11) malam.

Lanjut perwira berpangkat dua balok ini, saat penggeledahan dilakukan, sabu sebanyak lima bungkus ditemukan dalam tas kecil dan tiga bungkus ditemukan dalam kotak tisu di mobil Toyota Avanza Nomor Polisi (Nopol) KT 1312 BS warna silver.

“Cukup bukti-bukti, kami langsung menggelandang mereka ke Mapolsek Segah guna pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengakui kepemilikan barang haram tersebut. Rencananya, sabu akan dijual ke karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kecamatan Segah.

Meski demikian, sabu diklaim baru pertama kali diedarkan ke Segah. Pengakuan kedua pelaku, sabu delapan bungkus itu diperkirakan seberat 103 gram dengan nilai Rp 90 juta.

Kedua pelaku kini sudah ditetapkan menjadi tersangka dan diancam dengan Pasal 112 ayat 1 dan Pasal 114 ayat 1 atau Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun.

Barang bukti yang diamankan, selain sabu-sabu dan mobil, yakni 3 kotak rokok, 2 korek gas, 1 telepon genggam, 1 plastik warna hitam, 1 dompet, 1 tas kecil dan uang total Rp 2,207 juta.

“Kami masih mendalami kasus ini, yang jelas mereka ini jaringan besar dari Tarakan. Kami masih harus mengembangkan, tak berhenti sampai di sini,” tegas Budi. (app/udi/JPG)

Komentar telah ditutup.