Tekan Pungli di Gorontalo dengan Gerakan Non Tunai

INDOPOS.CO.ID– Bank Indonesia hingga kini terus mensosialisasikan gerakan non tunai di sejumlah daerah, tak terkecuali Gorontalo. Selain memudahkan warga dalam melakukan transaksi, gerakan non tunai ternyata juga bisa mencegah praktik pungutan liar (Pungli).

Misalnya, untuk pemungutan biaya parkir. Jika pemerintah menetapkan biaya parkir Rp 1.000, maka yang akan dibayarkan oleh pemilik kendaraan adalah Rp 1.000. Ini dapat terlaksana apabila didukung dengan ketersediaan fasilitas transaksi non tunai untuk parkir di setiap tempat parkir yang ada. “Jadi kalau pemilik kendaraan bayar, itu langsung lewat fasilitas pembayaran, otomatis biaya parkir masik ke rekening/kas daerah,” ujar Kepala Kpw Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo, Suryono.

Baca Juga :

Inilah Para Pahlawan Digital UMKM 2020

Selain bisa mencegah Pungli, menurut Suryono, transaksi non tunai lebih cepat, efisien, aman dan dapat menghindari korupsi dan kecurangan. “Transaksi non tunai saat ini jenisnya cukup banyak, mulai dari transfer, lewat kartu elektronik dan melalui agen LKD. Kalau melalui agen LKD saat ini belum begitu banyak, jumlah agen yang ada hanya sekitar 535 agen. Kalau misalnya 1 agen diminati oleh 10 orang, maka hanya ada sekitar 5 ribuan saja yang menggunakan, sehingga masih sedikit,” jelasnya.

Namun, lanjut Suryono, ini menjadi tantangan pihaknya agar kedepan penerapan transaksi non tunai bisa terealisasi secara menyeluruh. “Kita terget secepat mungkin harus sudah terwujud. Namun, untuk penerapannya nanti tentu masih membutuhan pembelajaran, karena banyak juga orang yang lebi suka transaksi tunai,” ujarnya.(dan/JPG)

Baca Juga :

Komentar telah ditutup.