INDOPOS.CO.ID -sebelum mengenal narkotika, para pelajar lebih mengenal minuman keras dan racikan obat penenang dosis tinggi. Terlebih bagi kalangan pelajar yang sudah kecanduan dengan narkotika, namun tak mampu membelinya.

Ya, dewasa ini banyaknya ditemui pelajar yang teler saat masuk kelas. Bukan karena mengkonsumsi miras, melainkan pelajar-pelajar itu mengkonsumsi racikan obat penenang dosis tinggi yang mereka dapatkan dengan mudah di apotik-apotik sekitar tempat mereka sekolah.

RD (15) salah satunya. Siswa kelas X di salah satu sekolah di bilangan cigombong ini hampir setiap hari mengkonsumsi Alfadzolam. Obat penenang dosis tinggi sebelum masuk kelas. Bahkan tidak jarang RD mengkonsumsinya di dalam lingkungan sekolahnya.

“iya beli Alfadzolam buat dikelas. Biar ngeplay belajarnya,”tutur siswa berambut mowhak itu, saat ditemui radar bogor di depan apotik, kemarin.

Aman razia? Ya, tentu aman dari razia. Meskipun sering digeledah sekolah, RD mengaku obat tersebut merupakan obat sakit yang wajib ia bawa. Para guru pun terkecoh dengan tampilan obat tersebut. “aman lah, kalau razia bilang obat dari dokter. Terus biar meyakinkan, ditulis di bungkusnya aturan pakai jadi aman,”imbuhnya.

RD tidak mengkonsumsi sendirian. Ia kerap mengkonsumsi Alfadzolam bersama dengan teman-temannya di kantin sekolah. Bahkan tidak saja Alfadzolam. RD dan teman-temannya pun kerap membuat raciokan dengan obat-obatan keras lainnya. Seperti Heximer, Destro dan Megadon. “kadang diracik sama yang lain,”akunya.

Radar gogor pun mencoba menelusurisejumlah apotik untuk membeli obat-obatan yang disebutkan RD. bernar adanya, hampir di seluruh apotik yang ada di jalan raya cigombong menjual semua obat-obat tersebut. Bahkan tidak harus memberikan resep, cukup sebut nama obat dan dosis obat. “ada. mau berapa miligram,”ujar Yanti penjaga apotik di bilagan jalan raya cigombong, kemarin.

Untuk harga, obat tersebut dibandrol Rp 12 ribu hingga Rp 25 ribu. Tergantung dosis dan uurannya. “biasa yang beli orang yang depresi. Tapi pelajar juga banyak,”imbuhnya.

Sementara itu, Praktisi kesehatan KABupaten Bogor, dr Desriza mengatakan bahwa mengkonsumsi dengan dosis yang salah bisa menggangu kesehatan. Bahkan bisa menyebabkan kerusakan syaraf dan overdosis. “bahaya. Terlebih itu obat-obatan yang tergolong keras dan harus dengan resep dokter,”tuturnya.

Terpisah, ketua yayasan lentera hati bnn lido, munawir marzuki mengatakan bahwa Perlu ada pengawasan oleh seluruh komponen masyarakat. Jangan sampai obat-obatan tersebut disalahgunakan.

“Seharusnya ada pengawasan bersma. Karena berawal dari obat-obat jenis tersebut bisa mencoba ke narkotika. Jangan sampai anak sekolah menjadi sasaran peredaran narkoba,”tukasnya. (all)


loading...

Komentar telah ditutup.