Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Banjir Rame-rame Masuk Penjara

INDOPOS.CO.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengendalian banjir pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Selatan di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejagung.

Penahanan ketiga tersangka ini menambah panjang daftar puluhan tersangka kasus korupsi miliaran rupiah yang dijebloskan ke dalam penjara. “Mereka ditahan usai menjalani pemeriksaan di Gedung JAM Pidsus,” kata Direktur Penyidikan Jampidsus, Fadil Zumhana di Kejagung, Jumat (25/11).

Baca Juga :

Menggoreng Bentjok

Tiga tersangka yang ditahan itu berinisial F, Kasudin PU Tata Air Jaksel (periode Juni 2013-2014), HP selaku Staf Penyelidikan Pengujian dan Pengukuran Dinas Bina Marga Pemprov DKI/mantan Kasubag Tata Usaha Sudin PU Tata Air Jaksel) dan IA selaku Staf Badan Diklat Provinsi DKI/mantan Kasudin PU Tata Air Jaksel.

Fadil menjelaskan tersangka ditahan selama 20 hari dan dapat diperpanjang sesuai kepentingan penyidikan. ?Tujuan penahanan ini untuk mencegah tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan tindak pidana. “Selain itu penahanan juga bertujuan untuk mempercepat proses penyidikan,” ujarnya.

Baca Juga :

Sebelumnya, Kasubdit Penyidikan Jampidsus Yulianto mengungkapkan penahanan ketiga tersangka ini baru akan dilakukan setelah hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah diterima oleh penyidik.

“Kita masih menunggu BPK. Setelah itu baru dipertimbangkan (penahanan),” katanya saat ditemui INDOPOS, belum lama ini. Namun, Yulianto enggan merinci kapan hasil audit tersebut akan rampung. Dia juga tidak menjelaskan perkiraan jumlah kerugian negara, mengingat masih dalam perhitungan BPK.

Baca Juga :

Namun ia memastikan, dalam kasus ini penyidikan terus berlanjut dan tidak menutup kemungkinan bisa mengarah kepada pihak-pihak lainnya yang diduga ikut andil.”Tunggu saja. Saya tidak bisa ngomong soal ini,” singkat Yulianto.?

Sebelum ini, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah telah menyampaikan, penetapan ketiga tersangka kasus ini telah dilakukan sejak dua bulan lalu, tanggal 31 Agustus 2016. Ketiganya ditetapkan tersangka sesuai surat perintah penyidikan (Sprindik) khusus nomor: Print-107 s/d 109/F.2/Fd.1/08/2016 tanggal 31 Agustus 2016.

Diketahui, kasus ini merupakan pengembangan dari kasus serupa di Sudin PU Tata Air Jakarta Timur dan Sudin PU Tata Air Jakarta Barat, di mana penyidik telah menetapkan seluruh tersangka sebanyak 28 orang. Dari 28 orang tersangka itu, penyidik menahan 27 orang tersangka. Salah seorang tersangka yang ditahan adalah Amir Pangaribuan, mantan pejabat di lingkungan Pemkot Jakarta Barat. ??

Kasus penyalahgunaan dana pengendalian banjir ini baru diketahui setelah pemekatan pekerjaan melalui lelang. Namun hanya dilakukan untuk pekerjaan peningkatan, pembangunan saluran dan pembangunan pompa pengendali banjir.

Terkait kasus yang menyeret Sudin PU Tata Air Jaksel, hingga kini belum ada satu pun rekanan proyek yang tersentuh, kendati dalam persidangan kasus Muhammad Sanusi (Ketua Komisi D DPRD DKI) di Pengadilan Tipikor Jakarta, telah terungkap adanya aliran dana setoran miliaran rupiah. (ydh)

Komentar telah ditutup.