Dilarang Penyewaan Bus untuk Pendemo ke Jakarta

INDOPOS.CO.ID – Polrestabes Surabaya menerbitkan surat imbauan untuk tidak mengeluarkan izin trayek angkutan bus, sebagai transportasi pengangkut massa demonstrasi jelang 2 Desember mendatang.

Pemerintah Kota Surabaya membenarkan hal tersebut. Namun, Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana mengaku pemkot tidak memiliki wewenang atas larangan tersebut.

Diakuinya surat larangan trayek bus itu keluar tanpa melalui Dinas Perhubungan kota maupun provinsi.
Dia mengatakan, sejauh ini Pemerintah Kota Surabaya menanggapi positif atas surat imbauan.Namun, tidak bisa memberikan larangan maupun batasan untuk trayek.

“Karena wewenang tersebut berada di tangan provinsi,” ujar Wisnu.

Baca Juga :

Menurutnya, Pemkot Surabaya hanya bisa memberikan himbauan agar warganya tidak ikut dalam aksi demonstrasi Bela
Islam jilid 3.Terlebih, sesuai instruksi Walikota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya, pemkot menyarankan agar warga tetap di Surabaya.

“Karena di hari yang sama akan digelar acara di Balai Kota Surabaya dengan menyediakan banyak makanan, untuk perayaan Maulid Nabi bersama warga Surabaya,” imbuhnya.(end/flo/jpnn)

Baca Juga :

Komentar telah ditutup.