Inflasi Tahunan 3,58 persen

INDOPOS.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi November sebesar 0,47 persen. Angka itu menanjak dari bulan Oktober di kisaran 0,14 persen. Jadi, tingkat inflasi secara year to date (Ytd) meliputi Januari-November mencapai 2,59 persen.

 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo menyebut inflasi tahun ke tahun (year on year/Yoy) tercatat 3,58 persen. ”Data dan fakta itu masih dalam interval proyeksi Bank Indonesia (BI) dan pemerintah,” tutur Sasmito.

 

Ia melanjutkan, dari 82 kota itu, 78 kota mengalami inflasi dan 4 kota dilanda deflasi. Mandao tercatat mengalami inflasi tertinggi 2,86 persen dan terendah Singkawang 0,05 persen. Sedang tingkat deflasi tertinggi di alami Bau-Bau 1,54 persen.

 

Lonjakan inflasi dipengaruhi sejumlah barang-barang kebutuhan. Cabai merah misalnya berbobot terhadap inflasi 0,92 persen dengan andil 0,16 persen. Kenaikan harga rata-rata 21,2 persen bersamaan intensitas hujan tinggi mengakibatkan daerah pemasok tidak bisa panen, pasokan berkurang, distribusi terganggu. Kenaikan terjadi di 76 kota, tertinggi di Palopo 61 persen dan Bulukumba 47 persen.

 

Selanjutnya, bawang merah berbobot 0,7 persen dengan andil inflasi 0,10 persen. Perubahan harga rata-rata 16,21 persen menyusul sejumlah sentra gagal panen. Terjadi kenaikan harga pada 69 kota indeks harga konsumen (IHK), paling tinggi di Bima 52 persen dan Sumenep 38 persen.

 

Kemudian cabai rawit dengan bobot 0,19 persen dan menyumbang inflasi 0,05 persen pada perubahan harga rata-rata 29,07 persen. Penyebab  utama soal cuaca, kenaikan harga pada 80 kota IHK, tertinggi di Kupang 86 persen dan Watampone 85 persen. Menyusul tomat sayur berbobot inflasi 0,22 persen, dengan andil 0,04 persen. Terjadi harga rata-rata tomat sayur naik 19,52 persen karena dampak cuaca. Harga naik pada 55 kota, tertinggi di Manado 222 persen, dan Palopo 68 persen.

 

Baca Juga :

Kacamata Kayu

Dan,  tarif pulsa berbobot inflasi 1,86 persen dengan kontribusi pada inflasi 0,02 persen, karena kenaikan tarif pulsa 1,11 persen. Terjadi pada 31 kota IHK, tertinggi Sukabumi 6 persen dan Tegal, Semarang, Cilacap, Madiun masing-masing 3 persen. (far)

Komentar telah ditutup.