Minggu, 23 September 2018 04:00 WIB
pmk

Megapolitan

12 Saksi Diperiksa di Kasus Pengibaran Bendera Tiongkok

Redaktur:

Bendera Cina yang berkibar sejajar dengan bendera Merah Putih di lokasi peresmian Smelter PT Wanatiara Persada. Foto: Facebook

INDOPOS.CO.ID - Pihak Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Malut masih terus mendalami kasus pengibaran bendera Republik Rakyat Tiongkok (RRT) saat peresmian Smelter PT Wanatiara Persada di Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) pada Jumat (25/11) lalu.

Dilansir dari Malut Post (Jawa Pos Group), Direktur Reskrimum Polda Malut Kombes (Pol) Dian Hariyanto mengatakan hingga kini, sudah dua belas saksi yang diperiksa penyidik Direskrimum Polda Malut. Saksi yang diperiksa, Rabu (30/11) merupakan saksi dari pihak perusahaan PT Wanatiara Persada. “Sebelumnya sudah 5 saksi yang diperiksa, hari ini (Rabu,red) tambah tujuh saksi. Jadi, sudah 12 saksi yang diperiksa,” ungkapnya saat ditemui di Hotel Amara, Rabu (30/11).

Terpisah, pemeriksaan saksi tersebut juga dibenarkan Kasubdit I Ditreskrimum AKBP Hengki Setiawan. Menurut Hengki, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi termasuk dua security perusahaan PT Wanatiara Persada yang merupakan oknum yang mengibarkan bendera Tiongkok tersebut. Mereka adalah Sardi Sedek alias Aldo dan Nikson.

Hengki mengungkapkan dari keterangan dua security perusahaan PT Wanatiara itu, menyatakan keduanya diperintahkan langsung oleh General  perusahaan Yhy Thy Chang untuk mengibarkan bendera Tiongkok. “Tapi dua orang saksi ini mengaku tidak tahu apakah sudah ada izin dari Bupati atau belum,” katanya.

Untuk itu, lanjut Hengki dalam waktu dekat pihaknya berencana akan melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Muhammad Kasuba dan General perusahaan PT Wanatiara Persada Yhy Thy Chang terkait pemberian izin pengibaran bendera RRC di Obi.

“Untuk Bupati kami sudah konfirmasi terkait pemeriksaan, apakah dia mau diperiksa di Polda atau diperiksa di Halsel. Dan, untuk Yhy Thy Chang ini segera kami kirim surat panggilan pemeriksaan,” tukasnya.

Sedangkan pemeriksaan terhadap salah satu pemilik saham yakni Herman akan dilakukan setelah pemeriksaan Bupati dan Manager perusahaan. “Untuk Herman akan kita periksa setelah pemeriksaan dua security tersebut,” katanya. (tr-04/jfr/sad/JPG)


TOPIK BERITA TERKAIT: #peristiwa # 

Berita Terkait

Begum Kulsoom Menghadap Sang Maha Kuasa

Internasional

Didenda Rp 16,1 Juta karena Iseng

Internasional

Seorang Pria Tewas di Diskotik

Jakarta Raya

Usai Berobat, IRT Tewas Dianiaya Orang Gila

Megapolitan

31 Tahun Menghilang, Jasad Pendaki Wanita Ditemukan Di Elbrus

Internasional

IKLAN