Kamis, 20 September 2018 05:57 WIB
pmk

Total Football

Riedl Masih Keluhkan Rumput Stadion Pakansari

Redaktur: Syahrir Lantoni

SIAP: Para pemain Timnas Indonesia pada latihan sesi terakhir di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Sentul, Kabupaten Bogor, Kamis (1/12).

INDOPOS.CO.ID - Laga antara tim nasional (Timnas) kontra Vietnam di leg pertama babak semifinal Piala AFF 2016 akan digelar besok malam. Meski begitu, sang pelatih, Alfred Riedl masih saja mengeluh dengan masalah nonteknis. Kualitas rumput yang sangat tebal dan kerasnya lapangan di stadion Pakansari Bogor yang menjadi venue pertandingan adalah problem yang belum terpecahkan. 

Akibatnya, pria asal Austria itu memutuskan untuk menggelar latihan di luar stadion Pakansari. Riedl mengajak Boaz Solossa dan kawan-kawan menjalani sesi latihan pagi di lapangan Sekolah Pelita Harapan Centul, Bogor, Jawa Barat. Dengan menjalani latihan di luar stadion tersebut, harapan agar pihak panitia bisa segera mencari solusi terkait problem teknis tersebut. 

’’Kami minta mereka (panitia, Red) untuk memotong rumput dengan ukuran lebih pendek lagi. Mungkin dengan begitu kondisi lapangan bisa menjadi sedikit lebih baik,’’ kata Riedl setelah menjalani latihan pagi kemarin (1/12). ’’Asal kalian tahu, sesungguhnya kondisi lapangan tidak sebagus stadionya. Kualitas rumputnya juga jelek,’’ tegasnya. 

Dia pun berharap agar para pemain bisa segera memahami kondisi nonteknis tersebut. Sebab, untuk meminta kepada panitia untuk mencari stadion lain dengan kualitas lapangan yang lebih bagus, adalah mustahil. ’’Jadi, mau tidak mau kami harus menjalani laga ini dengan kondisi yang ada,’’ papar dia. 

Dalam latihan tersebut, pola latihan yang diberikan oleh Riedl kepada pemain besutannya masih sama. Penguatan lini belakang dengan memaksimalkan Abduh Lestaluhu, Hansamu Yama, Manahati Lestusen serta Benny Wahyudi masih dilakukan. Di lini tengah, Rizky Pora, Stefano Lilipaly, Bayu Pradana dan Andik Vermansah masih menjadi pilihan untuk menjadi kreator serangan bagi Boaz Solossa dan Ferdinand Sinaga di lini depan. 

Senada dengan Ried, salah satu gelandang serang Timnas, Evan Dimas juga mengakui bahwa kualitas lapangan di Stadion Pakansari tersebut sangat jauh dari ideal. Rumput yang tebal, dan tekstur tanah yang keras adalah fakta yang dia saksikan. ’’Tapi, kami tidak mau menjadikan itu sebagai alasan. Kami harus tetap bermain bagus,’’ ujar Evan. 

Mantan kapten Timnas U-19 itu juga menambahkah, Vietnam adalah tim yang kuat karena memiliki materi pemain dengan kualitas merata di setiap lini. Nah, untuk bisa meredam mereka, pemain asli Surabaya ini memberikan saran agar penggawa Timnas bisa bermain lebih fight dari tim lawan. 

Sebab, dari dua kali pertandingan ujicoba, Evan merasakan tidak ada yang spesial dari kekuatan tim dengan julukan The Golden Stars itu. ’’Semangat pemain mereka saja yang kuat dan terkenal lebih militan. Jadi, untuk bisa menaklukan mereka, kami harus jauh lebih militan sepanjang laga,’’ paparnya. 

Skuad Garuda - julukan Timnas - memang sudah dua kali latih tanding melawan Vietnam sebelum tampil di Piala AFF 2016. Masing-masing bermain imbang 2-2 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, 9 Oktober lalu. Namun, saat ujicoba kedua di kandang Vietnam, 8 November, Boaz Solossa dan kawan-kawan kalah tipis 2-3.
 
Dalam perkembangan yang sama, Timnas Vietnam memutuskan untuk hanya berlatih ringan di lapangan atletik di sekitaran stadion Pakansari. Pelatih Timnas Vietnam, Nguyen Huu Thang tidak berani menerapkan atihan dengan simulasi pertandingan lantaran letal lapangan latihan yang sangat terbuka. 

Mantan kapten Timnas Vietnam itu pun hanya bisa memberikan pola latihan ringan berbentuk passing dan small games antara mereka. Setelah latihan, Nguyen Huu Thang pun enggan memberikan komentar apa-apa. ’’Tunggu saja besok (hari ini, Red) saat press converence,’’ kata dia sambil naik ke bus. 

Sementara itu, PSSI akhirnya mengambil jalan keluar terkait penjualan tiket babak semifinal Piala AFF 2016 lewat format online lewat Kiostix yang bermasalah. Salah satunya dengan menyediakan penjualan tiket dengan mekanisme ofline atau manual. Kebijakan tersebut sudah mulai berlaku pukul 08.00 WIB, pagi nanti. 

Namun, tidak semua tiket akan dilego lewat mekanisme online tersebut, melainkan hanya 10 ribu lembar tiket saja. Itu pun untuk kategori III dengan tempat duduk di dua sisi tibun bagian belakang gawang. Untuk suporter yang berada di Jakarta, lokasi penjualan tiket nanti akan dipusatkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. 

Sementara mereka yang berada di Bogor dan sekitarnya, panitia sudah menyediakan lokasi penjualan tiket di sekretariat Persikabo Bogor. Sementara untuk tiket kategori VIP serta kategori I dan II masih tetap menggunakan online. ’’Tapi, kami masih terus melihat perkembangan. Kalau masih ada masalah, kami akan menambah kuota tiket yang dijual secara manual,’’ kata Yeyen Tumena, Ketua Panitia Lokal babak semifinal Piala AFF.  

Agar tidak terjadi masalah dalam pengantrian tiket, Sekjen PSSI, Ade Wellington mengungkapkan bahwa mereka sudah bekerjasama dengan pihak Polda Metro Jaya untuk  menyiapkan total 2500 anggota kepolisian. ’’Kami juga sudah menyediakan scaner untuk mendeteksi tiket palsu dan asli saat di stadion,’’ kata Ade. (ben)


TOPIK BERITA TERKAIT: #piala-aff 

Berita Terkait

Milla Belum Tentu Tangani Timnas di Piala AFF

Indosport

Format Berubah, Piala AFF 2018 Lebih Panjang

Liga Indonesia

Habisi Myanmar, Indonesia Pasang Formasi Garuda

Total Football

Latihan, Timnas U-19 Intip Kekuatan Lawan

Total Football

Format Piala AFF 2018 Berubah, Jokdri: Kita Dukung

Total Football

IKLAN