Kamis, 15 November 2018 08:05 WIB
pmk

Megapolitan

Antisipasi Pencabulan, Orangtua Diminta Tingkatkan Pengawasan Anak Lebih Ketat

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Maraknya aksi pencabulan bahkan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur di Kabupaten Pekalongan, untuk itu masyarakat diminta meningkatkan pengawasan terhadap sang anak perempuan. 

 

Seperti diketahui bahwa akhir-akhir ini kerap terjadi pencabulan terhadap anak yang masih duduk di bangku sekolah yang dilakukan oleh seorang dewasa. Ironisnya, pelaku melakukan perbuatan senonoh itu berulang-ulang kali dengan ancaman seperti terjadi di wilayah Bojong dan Kedungwuni.

 

Tak hanya itu saja, oknum guru juga menambah catatan buruk dalam kasus ini lantaran menggagahi siswinya yang masih remaja. Untuk itu, guna mengantisipasi terjadinya hal serupa Kasubbg Humas Polres Pekalongan AKP Aries Tri Hartanto meminta kepada masyarakat agar terus meningkatkan pengawasan terhadap sang buah hati terutama anak perempuan.

 

"Para orang tua kami minta meningkatkan pengawasan terhadap anak," pinta AKP Aries, Jumat (2/12).

 

Melalui peningkatan pengawasan baik dalam pergaulan, lingkungan sekolah atau masyarakat maka mampu meminimalisir terjadinya perbuatan yang tidak diinginkan. Karena perbuatan asusila kerap dilakukan oleh orang-orang yang tak jauh dari korban.

 

"Karena pelaku asusila biasanya sudah saling kenal antara korban dan pelaku. Biasanya pelaku mengiming-imingi korban dengan berbagai cara," katanya.

 

Diharapkan orang tua, selalu mengetahui keberadaan sang anak usai sekolah. Dengan kemajuan teknologi, orang tua juga bisa selalu memberikan masukan pada anak agar mudah percaya kepada orang-orang yang baru dikenal melalui media sosial. Karena banyak juga korban tindak asusila berawal dari perkenalan melalui media sosial.

 

Seperti diberitakan, Seorang siswi yang masih duduk di salah satu SMA Kabupaten Pekalongan menjadi korban pemerkosaan hingga hamil 6 bulan. Korban berinisial Rt (16) asal Kecamatan Bojong, diperkosah oleh seorang aktivis berinisial SB asal Kecamatan Tirto.

 

Pemerkosaan diketahui pada pertengahan Oktober 2016 lalu, bermula orang tua korban mendapatkan kabar dari pihak sekolah bahwa anaknya yang masih duduk di bangku kelas XI dikabarkan miring. Kemudian laporan dari guru, korban oleh orang tuanya dimintai keterangan atas kabar tersebut.

 

Korban pun kemudian diajak ke bidan untuk mengetahui kesehatanya, dan ternyata benar telah hamil. Orang tuanya langsung meminta supaya korban mengakui siapa pemerkosanya. Korban pun mengakui telah diperkosa oleh pria berinisial SB yang merupakan teman orang tuanya.

 

Tidak terima atas perbuatan tersebut, sang orang tua langsung melaporkan pelaku ke Mapolres Pekalongan yang ditangani Unit PPA.(yon/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pencabulan # 

Berita Terkait

Target PAD Reklame Tak Tercapai

Megapolitan

Mabes Polri: Situasi Sudah Terkendali

Headline

Terbujuk Rayu, ’Kopral’ Gagahi Siswa SMP

Megapolitan

Miris... Oknum Guru Gerayangi Siswa

Nusantara

Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan 10 Bocah di Bekasi

Megapolitan

IKLAN