Rabu, 26 September 2018 04:33 WIB
pmk

Nusantara

Dengar Ada Murid Mabuk, Judi, dan Merokok di Jam Pelajaran, Kepala Dinas Ini Terkejut

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID- Adanya oknum pelajar di SMPN 1 Mundu, Cirebon yang merokok di jam sekolah, melakukan perjudian dan mabuk, menjadi buah bibir di masyarakat. Kepala SMPN 1 Mundu, H Dedi Sukanda mengakui, banyak warga yang mengeluhkan persoalan itu. Namun secara langsung, dirinya belum pernah memergoki para siswanya melakukan hal tersebut.

Dia mengungkapkan, adanya peristiwa itu memang di luar kehendaknya. Hanya saja, selama ini pihaknya sejak pertama kali menjadi kepala sekolah satu tahun lalu, sudah mulai menerapkan kedisiplinan di sekolah. Salah satunya disiplin jam masuk sekolah, dan juga pulang sekolah.

Bahkan, pihaknya mencoba memberlakukan penutupan pagar gerbang sekolah saat jam istirahat. Tujuannya, untuk mencegah anak-anak berada di luar sekolah. Namun hal ini, rupanya tidak bisa berjalan. Pertimbangannya karena ada protes dari para pedagang yang berada di luar sekolah. "Pernah kita gembok gerbang, cuma karena di depan ramai pedagang, di luar pada protes," jelasnya.

Sehingga, penutupan pagar saat jam istirahat itu, dia longgarkan. Sesekali dia pun selalu melakukan inspeksi kepada siswanya saat jam istirahat yang jajan di luar sekolah. Menurutnya, pembinaan semacam itu terus dilakukan oleh pihak sekolah, sesuai prosedur. "Kita teguran memakai prosedur. Pertama kita juga tegur secara lisan, kemudian juga kita melakukan home visit ke rumah orang tua, agar dibina secara baik di keluarga," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon H Asdullah Anwar mengaku kaget dengan adanya kabar siswa SMP di Kecamatan Mundu yang merokok dan bermain judi saat jam istirahat. “Yang benar? Saya baru tahu dari wartawan,” kata Asdullah.

Menurutnya, selama ini pembinaan yang dilakukan sekolah langsung oleh bupati Cirebon. Namun, pembinaan tersebut baru dilakukan di tingkat SMA, belum merambah ke SMP. Sebab, pembinaan SMP dilakukan oleh kepala sekolah melalui wakasek.

”Kita punya pengawas di setiap sekolah dan pembinaan itu dilakukan setiap hari Senin tentang kenakalan remaja, kedisiplinan termasuk mirasantika. Tapi, kami belum dapat informasi mengenai kejadian seperti itu. Nanti akan saya cek langsung ke lapangan seperti apa,” tuturnya.

Terpisah, Bupati Cirebon Drs H Sunjaya Purwadisastra MM MSi mengatakan, jika ditemukan siswa yang merokok saat jam istirahat maupun kegiatan negatif lainnya, pihak sekolah harusnya segera memberikan peringatan atau teguran. Setidaknya, ada tindakan preventif terlebih dahulu dari sekolah, seperti melakukan pembinaan kepada para siswa.

“Kalau peringatan maupun teguran itu masih dilanggar oleh siswa tersebut, maka jalan alternatifnya, keluarkan siswa itu dari sekolah yang bersangkutan. Karena dapat merusak citra dan preseden buruk bagi dunia pendidikan. Itu artinya, pihak sekolah harus tegas,” jelasnya. (jml/sam/JPG)


TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

IKLAN