Rabu, 26 September 2018 04:02 WIB
pmk

Megapolitan

Nunggak Pajak, Puluhan Pengendara Terjaring Razia

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Puluhan pengendara sepeda motor terpaksa harus menjalani pemeriksaan dan diproses tim gabungan dari Kantor Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3AD) Kota Pekalongan bersama Satlantas Polres Pekalongan Kota.

Pasalnya, mereka kedapatan belum membayar pajak kendaraan saat digelar razia tim gabungan di depan Kantor Samsat Kota Pekalongan, Jalan Gajah Mada Barat, kemarin (30/11).

Pantauan Radar Pekalongan, pada operasi tersebut, semua kendaraan diberhentikan oleh petugas untuk mengetahui kelengkapan surat-surat dan kendaraan-kendaraan yang menunggak pajak.

Dari ratusan pengendara yang dihentikan dan diperiksa, ada 50 lebih diantaranya kedapatan pajak kendaraannya belum dibayarkan. Ada yang nunggak hitungan bulan, bahkan ada pula yang nunggak pajak hingga beberapa tahun.

Kepada yang menunggak pajak itu, petugas UP3AD meminta pengendara yang bersangkutan segera melunasi tunggakan pajak kendaraannya. Jika mereka bawa uang cukup, mereka bisa langsung membayarnya di Samsat setempat.

Sedangkan yang tidak, mereka diminta mengisi surat pernyataan berisi kesanggupan segera membayar tunggakan pajak kendaraan. Di dalamya, dicantumkan pula nomor telepon dan alamat dari yang bersangkutan. "Kita catat nomor polisi kendaraannya, nomor HP yang bersangkutan, serta alamatnya. Nanti kita akan ingatkan untuk segera melunasi kewajiban membayar tunggakan pajak kendaraannya," jelas Kasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan BBNKB Kantor UP3AD Kota Pekalongan Alep Refain.

Alep menjelaskan, saat ini adalah saat yang tepat bagi para pemilik kendaraan bermotor untuk melunasi tunggakan pajaknya. Sebab, Pemprov Jateng mengeluarkan kebijakan pembebasan sanksi administratif pajak kendaraan bermotor maupun bea balik nama dan mutasi kendaraan hingga 30 Desember 2016 mendatang. "Wajib pajak cukup membayar pokok pajaknya saja, sebab denda PKB sudah digratiskan," tuturnya.

Disampaikan pula bahwa razia tersebut merupakan instruksi dari DPPAD Provinsi terkait masih banyaknya pemilik kendaraan bermotor utamanya roda dua yang nunggak pajak.

Tujuannya adalah untuk mendorong pencapaian target penerimaan pajak, mengurangi tunggakan pajak, serta meningkatkan kepatuhan dan kedisiplinan wajib pajak untuk membayar pajak kendaraannya. (way/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #peristiwa # 

Berita Terkait

Begum Kulsoom Menghadap Sang Maha Kuasa

Internasional

Didenda Rp 16,1 Juta karena Iseng

Internasional

Seorang Pria Tewas di Diskotik

Jakarta Raya

Usai Berobat, IRT Tewas Dianiaya Orang Gila

Megapolitan

IKLAN