Rabu, 26 September 2018 10:11 WIB
pmk

Nusantara

Jembatan Apung Cilacap Ambruk

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID  – Salah satu proyek inovasi dari Kementeria Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalami kegagalan. Proyek Jembatan Apung di Cilacap, Jawa Tengah ambruk Kamis (1/12) dalam tahap akhir pembangunan. Dengan musibah tersebut, Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) harus kembali memikirkan cara untuk memastikan keamanan dari proyek tersebut.

     Kepala Pusjatan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Vaza menyampaikan, pihaknya memang sedang melalui tahap akhir pembangunan jemabatan yang cukup senisitif. Karena itu, sejak 21 November lalu portal larangan melintas dipasang agar penduduk tidak melintasi jembatan.

    ’’Perkembangan terakhir, kami memang sudah menyambungkan jembatan pendekat dengan jembatan di darat pada kedua sisi. Kemudian melalukan uji coba perlintasan sepeda motor,’’ ujarnya.

    Namun, pada pengujian tersebut hasil yang didapat membuat para pihak pengerja konstruksi memutuskan untuk memasang pengunci ponton (mooring). Proses penguncian itu dilakukan pada keesokan harinya yaitu pada 1 Desember 2016 pukul 09.00 WIB. Tahap awal yakni mengencangkan kabel sling yang sudah dipasang. 

    Sayangnya, sampai pukul 12.00 WIB pekerjaan memang belum selesai dan tim konstruksi memutuskan istirahat. Tak tahu bahwa ada pekerjaan berbahaya, beberapa warga dan anak-anak malah melintasi jembatan pada 12.15. Alhasil, 1 menit kemudian  jembatan melengkung dan patah pada bagian tengah bentang.

    ’’Tidak ada korban dalam kejadian ini. Semua tim dibantu warga saling bahu membahu untuk melakukan perbaikan jembatan inisejak pukul 13.00 WIB,’’ jelasnya.

    Meski begitu, dia mengaku bahwa target operasional dari proyek jembatan apung tersebut akan tertunda beberapa bulan. Awalnya, pihaknya berencana untuk meresmikan jembatan tersebut akhir tahun. Namun, dalam musibah ini pihaknya mengaku harus mengganti lagi beberapa suku cadang dan memikirkan kembali struktur yang lebih baik.

    ’’Saat ini kami mengevaluasi ulang bagaiamana pembangunan proyek ini. Kami mencoba menemukan jalan terbaik yang menjamin keamana masyarakat,’’ ungkapnya.

    Dia menegaskan, jembatan apung tersebut dibangun karena memang kondisi geografis disana tidak memungkinkan. Terutama, kondisi tanah endapan yang tidak mungkin dipasangi pancang untuk jembatan gantung. Karena itu, dia menilai jembatan apung adalah solusi terbaik. ’’Semoga kejadian hari ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang,’’ katanya. (bil/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #peristiwa 

Berita Terkait

Begum Kulsoom Menghadap Sang Maha Kuasa

Internasional

Didenda Rp 16,1 Juta karena Iseng

Internasional

Seorang Pria Tewas di Diskotik

Jakarta Raya

Usai Berobat, IRT Tewas Dianiaya Orang Gila

Megapolitan

IKLAN