Sabtu, 17 November 2018 06:08 WIB
pmk

Megapolitan

Ayah Kandung Bejad, Gauli Anak sejak Kelas 4 SD hingga Usia 18 Tahun

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

ILUSTRASI

 

INDOPOS.CO.ID-Seorang pria berinisial AB (41), asal Kampung Sukamulya, Desa Jayamukti, Kecamatan Banyusari, Karawang, Jawa Barat dibekuk petugas Polres Karawang. Pria itu diringkus lantaran diduga menyetubuhi anak kandungnya sendiri berinisial Elf. Parahnya, aksi itu dilakukan sejak sejak korban masih duduk dibangku kelas 4 SD hingga dia berusia 18 tahun.

"Akhirnya kami menangkap tersangka pada (21/11) di Jalan Gempol, Kecamatan Cilamaya Wetan, saat sedang menjadi 'pak ogah'. Kemudian tersangka kita bawa ke Mapolres Karawang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Hairullah melalui Kanit IV unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Ipda Herwit Yunita.

Dikatakan Herwit, tersangka mengaku mencabuli anaknya sejak kelas 4 SD hingga lulus sekolah. Korban mau menuruti perbuatan tersangka karena diancam akan dibunuh. Selama perbuatan tersebut dilakukan, tersangka pernah kepergok oleh ibu korban, Neng Ida (38) yang pada saat itu pulang berdagang di pasar. Namun saat itu, tersangka malah menganiaya istrinya.

"Setelah kepergok perbuatannya, dia (tersangka) malah menceraikan istrinya (ibu korban). Mungkin tersangka ingin leluasa melakukan aksi bejadnya terhadap anaknya sendiri," katanya.

Dijelaskan Herwit, walaupun tersangka sudah bercerai dengan ibu korban, namun masih tinggal satu rumah. Setelah dewasa, korban tetap disetubuhi oleh pelaku.

Aksi bejat pelaku terhadap korban terakhir terjadi pada (21/11) lalu. Tindakan itu kembali dipergoki oleh ibu korban. Kemudian keesok harinya ibu korban melaporkan tersangka ke pihak kepolisian. Selama dilaporkan, tersangka masih melakukan perbuatan bejadnya tersebut. Pengakuan pelaku kepada istrinya bahwa orang stres tak bisa dihukum, jadi dia terus melakukannya.

Herwit mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka berdalih mencabuli korban karena yang memberi makan korban dan membiayai sekolah adalah dirinya. Saat korban sudah dewasa, Ade melihat teman-teman korban sudah pada hamil oleh pacarnya masing-masing. Tanpa rasa iba, elf disetubuhi pelaku.

"Tersangka mengakui mensetubuhi anak kandungnya, daripada dihamili oleh orang lain mendingan sama dirinya sendiri (tersangka). Karena dia berdalih yang membiayai dan mensekolahkan adalah tersangka, namun hal tersebut tak masuk akal dan tetap tidak bisa dibenarkan," ungkapnya.

Ia menambahkan, tersangka yang mempunyai punya riwayat stres, juga sempat diperiksa psikolog. Namun dari hasil pemeriksaan, tersangka tidak dinyatakan gila. Namun hanya stres berat saja. Pelaku pun dinyatakan bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Kami kenakan tersangka dengan Pasal 81,82 UU RI No. 35/214 tentang Perubahan Atas UU RI No. 23/2002 tentang peradilan anak (PA). Dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun, karena pelakunya bapak kandung jadi hukumanya ditambahn 1/3," pungkasnya. (use/din/JPG)


TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

Target PAD Reklame Tak Tercapai

Megapolitan

Mabes Polri: Situasi Sudah Terkendali

Headline

Martir (Hidup) Itu Bernama Novel Baswedan

Opini

Asyik, Ariel Tatum Balikan Lagi Sama Mantan

Indotainment

IKLAN