Rabu, 14 November 2018 01:34 WIB
pmk

Nusantara

Jumlah Pekerja di Malut Naik, Ini Penyebabnya

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

ILUSTRASI

 

 

INDOPOS.CO.ID- Angkatan kerja di Maluku Utara (Malut) pada Agustus 2016 mencapai 524,5 ribu. Ini menunjukan kenaikan sebesar 10.900 dibandingkan Agustus 2015.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Malut Misfaruddin, ada kenaikan sebesar 2,13 persen.

Dari total angkatan kerja pada Agustus 2016, terdapat 503,5 ribu orang yang termasuk kategori bekerja, dan 21,0 ribu lainnya termasuk kategori pengangguran terbuka. Jumlah penduduk yang bekerja meningkat sebanyak 20,9 ribu dibanding keadaan Agustus 2015.

”Angkatan kerja yang termasuk kategori pengangguran pada Agustus 2016 mencapai 21  ribu orang. Terdapat penurunan jumlah pengangguran terbuka sebesar 10  ribu orang jika dibandingkan Agustus 2015,” katanya Malut Post (INDOPOS GROUP).

Dia menjelaskan untuk Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 66,19 persen, relatif tidak mengalami perubahan yang berarti dibanding keadaan Agustus 2015 sebesar 66,43 persen. TPAK daerah perkotaan lebih tinggi dibanding daerah perdesaan. “TPAK perempuan lebih rendah dibanding TPAK laki-laki,” jelasnya.

Dia menjelaskan untuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2016 sebesar 4,01 persen, lebih kecil dibanding TPT Agustus 2015 sebesar 6,05 persen. TPT daerah perkotaan lebih tinggi dibanding daerah perdesaan dan TPT perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki.

Selain itu pada Agustus 2016 sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan, dan perikanan, menyerap tenaga kerja hampir separuh penduduk 15 tahun ke atas yang bekerja, yaitu sebesar 205,5 ribu atau 40,8 persen dari total penduduk 15 tahun ke atas yang bekerja.

“Penduduk yang bekerja di sektor formal sebesar 181,1 ribu orang atau sekitar 35,97 persen dari total penduduk yang bekerja,” tambahnya.

Di sisi lain, pekerja penuh waktu (bekerja 35 jam atau lebih per minggu) tercatat 342,8 ribu, atau sekitar 68,08 persen dari total penduduk yang bekerja. “TPT menurut tingkat pendidikan terbesar berada pada kelompok tingkat pendidikan universitas dan terkecil pada tingkat pendidikan SMP,” pungkas Misfaruddin. (onk/JPG).


TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

Target PAD Reklame Tak Tercapai

Megapolitan

Mabes Polri: Situasi Sudah Terkendali

Headline

Martir (Hidup) Itu Bernama Novel Baswedan

Opini

Asyik, Ariel Tatum Balikan Lagi Sama Mantan

Indotainment

IKLAN