Senin, 24 September 2018 04:45 WIB
pmk

Nusantara

Tujuh Warga Ditetapkan Tersangka Pembakaran Kawasan HTI Sambelia

Redaktur:

ilustrasi

 

INDOPOS.CO.ID- Penanganan kasus pembakaran Hutan Tanaman Industri (HTI) dan pengerusakan sejumlah fasilitas milik PT Sadhana Arif  Nusa di dusun Senanggalih Barat Desa Senanggalih Kecamatan  Sambelia Lombok Timur, Lombok  sudah mengarah ke  proses penetapan tersangka.

Dari 35 warga yang sebelumnya telah diamankan petugas, sebanyak tujuh orang resmi ditetapkan sebagai tersangka.  Penetapan tersangka  tujuh warga itu berdasarkan bukti dan keterangan saksi yang  satu dengan  yang lain. 

”Penetapan tujuh orang sebagai tersangka karena ada hubungan antara keterangan saksi dan barang bukti yang ada,” jelas Kasatreskrim Polres Lotim AKP Antonius Faebuadodo kepada Lombok Pos (INDOPOS GROUP), Jumat (2/12).

Warga itu, sampai  saat ini masih  diamankan di Polres Lotim. Rencanannya, sebagian dari mereka segera akan dipulangkansetelah proses pemeriksaan tuntas dilakukan. Jika sudah dipulangkan, selanjutnya mereka diharuskan untuk tetap wajib lapor ‘

”Kalau sudah selesai mereka kita pulangkan, kemungkinan hari ini (kemarin, red),” sebut Antonius.

Sementara tujuh warga  yang telah dijadikan  tersangka  ditahan untuk proses hukum lebih lanjutnya.  Mereka  diduga kuat sebagai pelaku pembakaran dan  pengerusakan sejumlah fasilitas PT Sadhana.  Dari ketujuh tersangka ini, sebagianya merupakan warga  Senanggalih dan sebagian lagi berasal  dari luar, seperti Suela.

”Keterangan sementara , pembakaran ini mereka tidak ada yang suruh. Ini sering kali terjadi, terutama ketika masuk musim tanam,” lanjut dia.  Tujuh tersangka ini pun diancam dengan kurungan penjara maksimal selama 15 tahun penjara.

Warga itu sendiri, lanjutnya sejak lama  sudah mengetahui jika lahan itu milik pemerintah. Mereka pun tidak diperbolehkan untuk menguasi lahan itu. Namun warga  sendiri melakukan pembakaran dengan maksud agar  lahan itu akan digarapan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

”Di lahan itu tidak boleh digarap  karena  kawasan HTI, dan juga telah ditanam bibit pohon,” jelasnya.

Pihaknya kata Antonius, juga akan berupaya untuk berkoordinasi dengan pihak Pemkab Lotim. Karena hal ini juga menyangkut dengan masyarakat. Melalui koordinasi , nantinya ada langkah selanjutnya dengan pemkab yaitu mengupayakan untuk melakukan mediasi antara pihak perusahaan dengan masyarakat itu sendiri. (lie/JPG)

 

 

 

 

 

 

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

IKLAN