Rabu, 26 September 2018 02:13 WIB
pmk

Nusantara

Papat, Si Predator Anak Samarinda Kembali Makan Korban

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Patriansyah alias Papat (33) sang ’predator anak’ kembali berulah. Residivis kejahatan seksual korban dilaporkan lantaran telah bertindak tak senonoh terhadap seorang bocah SD. Pada Kamis (1/12), warga Jalan Gerilya, Gang Perjuangan, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang itupun dijemput paksa.

Untuk diketahui, Papat sebelumnya pernah jadi tahanan polisi karena perkara yang sama pada 2014 dan 2015. Jumlah korban akibat perbuatannya kala itu pun tidak sedikit. Sedangkan kali ini dia memangsa AN (11). Perbuatan bejat itu dia lakukan pada Sabtu (19/11) lalu.

Berdasarkan keterangan pelaku dan keluarga korban yang diperoleh polisi, Papat bertemu korban saat melintas di kawasan Kelurahan Sungai Dama saat berkendara motor. Komunikasi terjadi lantaran Papat menawarkan AN untuk diantar pulang, gratis. Korban yang bersedia, kemudian dibawa Papat berkeliling hingga ke bekas tempat tinggalnya Jalan RE Martadinata, Kecamatan Samarinda Ulu.

Di kebun milik warga, Papat menurunkan paksa korban untuk kemudian menuruti niat busuknya. Korban sempat memberontak. Hanya, lantaran kalah kekuatan, ditambah pelaku mengancam membunuh, AN hanya bisa pasrah. Puas menyalurkan nafsu bejat itu, Papat lantas meninggalkan korban begitu saja.

Korban yang pulang ke rumah, tak langsung menceritakan pengalaman mengerikan itu. Apalagi dia mengaku tak tahu identitas pelaku. Hanya, beberapa jam sejak kepulangan, dia baru berani buka omongan.

Orangtua AN yang mendengar hal tersebut lantas naik pitam. Esok harinya, yakni Ahad (20/11), keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Menelusuri keberadaan Papat bukan hal sulit. Itu berkat datanya yang masih rapi di kearsipan aparat penegak hukum.

Jumat (2/12), Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda baru membeberkan kasus tersebut kepada awak media. Papat, saat ditemui awak media, membenarkan jika dirinya yang melakukan perbuatan tercela itu.

”Perempuan tidak ada yang suka sama saya, makanya incar anak-anak,” ungkap Papat.

Bahkan, untuk memuaskan nafsu bejat itu, Papat tak segan-segan mengancam bakal membunuh korban.

Sementara itu, Kanit PPA AKP Sekar Wijayanti menyebut, pelaku sedang dalam pemeriksaan. “Sejauh ini, pengakuannya selepas direhabilitasi baru sekali beraksi,” terang Sekar.

Namun, perwira berpangkat balok tiga itu menegaskan, motifnya hanya untuk memperoleh kepuasan berahi. Kini, polisi masih menunggu kemungkinan adanya korban lain dari kejahatan seksual itu. (*/dra/*/ndy/JPG)


TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

IKLAN