Minggu, 18 November 2018 12:39 WIB
pmk

Internasional

Raja Baru Kurang Populer di Mata Rakyat Thailand

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

LEBIH BANYAK DI LUAR NEGERI: Raja Maha Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun

INDOPOS.CO.ID– Maha Vajiralongkorn resmi menjadi raja. Pada Kamis malam waktu setempat (1/12), anak kedua dan putra satu-satunya mendiang Raja Bhumibol Adulyadej itu menyanggupi mandat rakyat untuk naik takhta. Kini tokoh 64 tahun tersebut menyandang gelar His Majesty alias Yang Mulia.

’’Di sini saya menerima undangan untuk menjadi pemimpin kerajaan demi kebaikan dan kebahagiaan rakyat Thailand,’’ kata Vajiralongkorn di Ambara Villa, Dusit Palace.

Kemarin malam (2/12) sumpah setia raja baru itu disaksikan langsung oleh Perdana Menteri (PM) Prayut Chan-o-cha, Ketua National Legislative Assembly Pornpetch Wichitcholchai, Jenderal Prem Tinsulanonda, dan Ketua Mahkamah Agung (MA) Veerapol Tungsuwan.

Sampai sah menjadi raja dan berhak memakai mahkota tahun depan, pengganti Bhumibol tersebut diberi nama Raja Maha Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun. Nanti, setelah benar-benar naik takhta, nama panjang Vajiralongkorn berubah lagi. Pria yang lahir di Ambara Villa pada 28 Juli 1952 itu menjadi raja ke-10 Dinasti Chakri dan berhak atas gelar Rama X.

Kemarin Vajiralongkorn langsung menjalankan aktivitas pertamanya sebagai raja. Yakni, memimpin doa arwah untuk jasad ayahandanya yang tepat 50 hari berpulang. Aktivitas perdana raja baru tersebut ditayangkan langsung oleh stasiun televisi pemerintah. Mengenakan setelan serbaputih, raja yang dikenal sebagai pilot andal itu bersimpuh di depan foto sang ayah untuk menyalakan lilin dan berdoa.

Singgasana raja memang telah terisi kembali. Namun, tanda tanya besar masih menyelimuti era baru Kerajaan Thailand. Vajiralongkorn yang sekitar empat dekade lalu ditunjuk sebagai ahli waris takhta bukanlah sosok populer. Apalagi, dia lebih banyak menghabiskan waktunya di Eropa.

Nyaris tidak ada berita tentang bapak tujuh anak tersebut saat Bhumibol masih hidup. Yang marak justru rumor miring tentang gaya hidupnya.

Di mata rakyat Thailand, Vajiralongkorn adalah pemimpin yang asing. Namun, lese-majeste alias undang-undang yang melarang siapa pun menghina dan melecehkan raja membuat Vajiralongkorn menjadi penguasa mutlak yang tanpa cela. Mau tidak mau, publik menerima dia sebagai pemimpin monarki. Mereka yang tidak sepakat pun tidak bisa mengajukan protes jika tidak mau mendekam di penjara.

’’Lupakan intrik Game of Thrones. Dengan konstitusi baru yang akan berlaku dan suksesi kerajaan, tercipta stabilitas di Thailand,’’ tutur Tim Condon, pakar ekonomi Asia pada ING Singapura.

Dia berharap Vajiralongkorn bisa menggairahkan kembali sektor perekonomian Thailand. Sebab, meski tidak punya banyak peran politik dalam pemerintahan, raja memiliki pengaruh penting dalam menetapkan kebijakan. (AFP/Reuters/thenation/hep/c14/any/JPG)


TOPIK BERITA TERKAIT: #raja-thailand 

Berita Terkait

Waduh! Lagi Bersepeda, Raja Thailand Ditembak Bocah

Internasional

Aktivis Thailand Diadili Gara-gara Unggah Profil Raja

Internasional

IKLAN