Kamis, 20 September 2018 07:59 WIB
pmk

Internasional

Malaysia Segera Gelar Pemilu Sela

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

SUDAH SIAP: Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

 

INDOPOS.CO.ID– Dalam waktu maksimal enam bulan, Malaysia akan mengadakan pemilu sela. Kamis  (1/12) Perdana Menteri (PM) Najib Razak menyatakan kesiapannya menghadapi pemilu yang setahun lebih cepat dari jadwal tersebut. Dia mengaku bakal mati-matian mempertahankan jabatannya sebagai kepala pemerintahan.

”Saya paham. Banyak yang merasakan panasnya (politik) dan menanti-nantikan arahan dalam menghadapi pemilu yang segera kita gelar,” kata Najib dalam rapat tahunan UMNO.

Untuk kali pertama sejak menjabat pada 2009, Najib mengizinkan pemerintah mengadakan pemilu sela. Seharusnya, pemilu baru akan berlangsung pada pertengahan 2018.

Tidak hanya mendeklarasikan pemilu sela, Najib juga kembali menegaskan prinsipnya untuk bertahan. Dia yakin, pemilu sela yang dihelat tahun depan tersebut tidak akan membuatnya lengser dari kursi pemimpin. Dia optimistis bisa mempertahankan jabatan sebagai PM meski desakan mundur makin kuat.

”Insya Allah, kita semua akan berjuang sampai mati. Sampai titik darah penghabisan,” tegas politikus 63 tahun tersebut.

Kemarin tidak kurang dari 2.600 delegasi UMNO dari seluruh penjuru Malaysia hadir dalam pertemuan rutin tersebut. Di hadapan mereka, Najib berjanji untuk mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya. Dia juga bersumpah akan selalu membela Islam. ”Jangan lupakan latar belakang etnis (Malay) saya. Jangan pernah sedikit pun meragukannya,” ujar PM yang terseret skandal 1MDB tersebut.

Sejak lahir pada 1946, UMNO selalu memprioritaskan etnis Malay yang mendominasi Malaysia. Itulah yang membuat UMNO hampir selalu menang dalam tiap pemilu. Itu juga yang Najib harapkan dalam pemilu sela nanti. Namun, belakangan jumlah pemilih dari etnis Tionghoa meningkat pesat. Fenomena tersebut jelas tidak membuat UMNO senang. Apalagi warga Tionghoa selalu merasa jadi sasaran diskriminasi.

Najib mengimbau seluruh pendukung UMNO bersatu dalam pemilu mendatang. Kepada sekitar 191 pemimpin regional UMNO yang hadir dalam pertemuan tersebut, dia menegaskan bahwa oposisi tidak boleh menang. Sebab, jika oposisi menang, Malaysia akan hidup dalam mimpi buruk berkepanjangan. Terutama masyarakat yang hidup di pinggiran kota besar. 

Secara terpisah, Chong Ja Ian yang merupakan pengamat politik dari National University of Singapore mengatakan bahwa bertahan di kursi PM merupakan strategi terbaik Najib untuk menyelamatkan diri.

”Bagi Najib, melepas kekuasaan sama saja mengundang musuh dan rival-rival politik untuk menelanjanginya dari dosa dan kesalahan yang dia perbuat selama ini,” paparnya.

Najib yang diduga terlibat dalam skandal 1MDB bersikeras tidak bersalah. Meski ada bukti yang merujuk pada penyalahgunaan dana 1MDB oleh dia dan keluarganya, pria kelahiran Kota Kuala Lipis itu menampik keterlibatannya. Dia juga menolak tuduhan adanya upaya penyelamatan citranya dengan memecat Wakil PM Muhyiddin Yassin tahun lalu. Muhyiddin ditendang setelah mendesak Najib jujur soal 1MDB. (AFP/Reuters/hep/c6/any/JPG)


TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

IKLAN