Jumat, 21 September 2018 11:04 WIB
pmk

Hukum

Yusril Ragu Tokoh yang Ditangkap akan Melakukan Makar

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Pengacara kenamaan Yusril Ihza Mahendra meragukan jika para tokoh dan aktivis yang ditangkap polisi akan melakukan makar.

Pada Jumat (2/12) dini hari, aparat kepolisian menangkap 10 orang. Tujuh diantaranya dijadikan tersangka dugaan makar. "Saya kira masih jauh kalau sampai pelaksanaan makar," kata Yusril di Senayan, Jakarta, Minggu (4/12).

Ia menilai, orang-orang yang diduga merencanakan makar itu hanya mengadakan pertemuan dan mengkritik pemerintah. "Bahwa mereka mengadakan rapat-rapat, pertemuan, mengkritik pemerintah itu normal," terangnya.

Justru, Yusril melihat penangkapan tersebut merupakan upaya preventif pemerintah agar aksi doa bersama 2 Desember lalu dapat berlangsung tertib.

Sebab, ada dugaan jika kesebelas tokoh politik tersebut akan menghasut massa dalam aksi di kawasan Monas itu. "Walaupun kalau mereka tidak ditangkapi ya belum tentu terjadi apa-apa juga," ujar Yusril.

Sebelumnya, penyidik Polri menetapkan 11 orang sebagai tersangka. Tiga di antaranya ditahan untuk kepentingan penyidikan.

Sebanyak 7 orang ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan permufakatan makar. Mereka adalah Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, Adityawarman, Eko, Alvin dan Firza Huzein.

Ketujuh orang tersebut disangka melanggar Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP.

Sementara seorang lainnya dijerat Pasal 207 KUHP terkait penghinaan kepala negara. Tiga orang sisanya disangkakan UU Informasi dan Transaksi Elektronik. 

Menurut Kepala Divisi Humas Polri Boy Rafli Amar, ketujuh orang tersebut berencana menggelar sidang istimewa untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

Caranya, dengan menghasut massa yang mengikuti doa bersama pada Jumat (2/12). 

"Ada dugaan pemanfaatan massa untuk menduduki Kantor DPR RI dan berencana pemaksaan sidang istimewa yang kemudian menuntut pergantian pemerintahan," kata Boy. (rmn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #makar 

Berita Terkait

IKLAN