Transportasi dan Beras Berpotensi Sumbang Inflasi Desember

INDOPOS.CO.ID– Tingkat inflasi hingga November masih berada di bawah level 5 persen atau masih sesuai dengan target di APBN Perubahan 2016. Meski demikian, pemerintah mewaspadai sejumlah faktor yang menyumbang inflasi pada Desember. Terutama tarif angkutan, harga beras, dan daging ayam.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo menyatakan, liburan akhir tahun diyakini membuat harga tiket pesawat meningkat. Demikian pula dengan moda transportasi lainnya.

Selain itu, Natal dan tahun baru diperkirakan membuat harga beras meningkat jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. ”Daging ayam pada November memang mengalami deflasi. Tapi, di Desember bisa jadi harganya akan naik. Jadi, perlu diwaspadai,” urainya.

Sasmito juga meminta pemerintah mewaspadai kenaikan harga komoditas lain yang terimbas cuaca seperti bawang putih. Jika nilai tukar rupiah terus tertekan akibat efek terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS, harga bawang putih impor dari Tiongkok juga berpotensi naik. Sementara itu, harga komoditas lain seperti daging sapi dan cabai diperkirakan masih cukup stabil.

”Daging sapi fifty-fifty. Kalau cabai rasanya akan stabil karena di minggu terakhir November harganya turun. Namun, pemerintah masih perlu mengantisipasi bagaimana petani cabai menindaklanjuti harga cabai yang relatif tinggi saat ini,” terangnya.

Terkait perkiraan inflasi nasional, Sasmito menilai masih kondusif dan relatif rendah. Jika pemerintah mampu mengendalikan harga komoditas pokok seperti beras, daging ayam, dan tarif angkutan, inflasi sepanjang 2016 diyakini masih pada kisaran 4 persen.

”Tidak ada inflasi tinggi di Desember. Kuncinya ya (menjaga kenaikan harga, Red) beras, ayam, dan angkutan. Kalau itu bisa dijaga, saya kira inflasi melewati 3,5 persen saja sulit. Presiden memprediksi 3,2 persen. Kita lihat seperti apa,” imbuhnya.

Menko Perekonomian Darmin Nasution sebelumnya memprediksi inflasi tahunan 2016 berkisar pada angka 3 persen seiring dengan angka inflasi November yang hanya 0,47 persen. Inflasi year to date hingga November pun sebesar 2,59 persen.

Dengan hanya tersisa Desember, Darmin meyakini, inflasi tahun ini akan terkendali. ”Ini kan inflasi baru 2,59 persen dari Januari–November 2016. Akhir tahun dugaan saya antara 3 persen sampai 3,1 persen atau lebih kecil dari tahun lalu,” katanya. (ken/c5/noe/JPG)

Komentar telah ditutup.