Rabu, 21 November 2018 03:20 WIB
pmk

Internasional

Wauw…..Fake News Jadi Sumber Uang Makedonia

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Kota Veles di lembah Sungai Vardar, Republik Makedonia, populer berkat fake news. Tidak kurang dari 200 situs yang muncul di Amerika Serikat terdaftar di ibu kota Veles Municipality tersebut. Dan, semua baru lahir dalam rentang 12 bulan terakhir bersamaan dengan dimulainya rangkaian pemilihan presiden (pilpres) AS.

’’Fake news adalah berita baik buat kami,’’ kata pemuda 18 tahun yang duduk menghadap laptop di lantai 2 Gemdidzii Sports Hall beberapa waktu lalu. Karena berita abal-abal jauh lebih menggiurkan dan mengundang penasaran, akan banyak pengguna internet yang membacanya.

Entah apa reaksi selanjutnya, si pemuda yang merahasiakan namanya itu tidak mau peduli. Yang penting, pundi-pundi uang warga negara di Benua Eropa itu bertambah. Dia lantas mendemonstrasikan cara kerjanya selama ini. Dia kepada Associated Press menunjukkan sebuah artikel tentang Donald Trump dari situs The Political Insider.

Setelah itu, dia berselancar di Google Analytics, peranti untuk melacak jumlah pembaca artikel tersebut. Saat itu terdapat sekitar 685.000 pengguna internet yang membaca artikel tersebut dalam waktu sepekan.

’’Anda harus bisa membaca psikologi pembaca. Mereka ingin Anda menampilkan berita-berita yang mereka ingin baca, bukan informasi yang Anda miliki,” terang si pemuda tersebut.

Dia lantas memelintir artikel tentang Trump dalam situs resmi itu dan mengunggahnya di situs abal-abal ciptaannya. Tentu saja dengan judul yang  lebih bombastis.

Benar saja, artikel rekayasa si pemuda di USA Daily News 24 dengan berjudul Arrest Hillary Now itu lebih banyak dibaca. Untuk setiap klik yang mampir di situsnya, dia mendapat imbalan. Dia mengatakan memperoleh pendapatan hingga ribuan euro setiap bulan. Padahal, pendapatan rata-rata penduduk Makedonia per bulan adalah 360 euro atau sekitar Rp 5 juta.

Si pemuda tidak membual. Lewat Domain Tools, Associated Press membuktikan kebenaran omongan si pemuda itu. Berita bohong memang lebih banyak diakses pengguna internet. Selain USA Daily News 24, dia mengelola beberapa situs abal-abal yang lain. Dan, semua muncul di AS. Sebab, pasar utama fake news ketika itu memang Negeri Paman Sam.

’’Berita yang berdasar fakta bisa dibaca atau dilihat di mana-mana. Tetapi, berita bohong seperti yang kami bikin ini unik,’’ lanjut si pemuda itu. Dengan sedikit ’’kreativitas’’, fake news yang biasanya terinspirasi dari berita terkini atau foto fenomenal akan laku di pasaran.

Keyakinan itulah yang membuat roda ekonomi Veles kembali bergerak. Padahal, perekonomian kota berpenduduk tidak lebih dari 50.000 jiwa itu selama ini tertidur. (AP/BBC/hep/c4/any/JPG)


TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

Target PAD Reklame Tak Tercapai

Megapolitan

Mabes Polri: Situasi Sudah Terkendali

Headline

Martir (Hidup) Itu Bernama Novel Baswedan

Opini

Asyik, Ariel Tatum Balikan Lagi Sama Mantan

Indotainment

IKLAN