Jumat, 17 Agustus 2018 02:50 WIB
pmk

Hukum

KPK Panggil Jafar Hafsah Dalami Aliran Dana Korupsi e-KTP

Redaktur:

Jafar Hafsah

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Wakil Ketua Umum DPP Partai D‎emokrat, Jafar Hafsah sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk (e-KTP). Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati‎,  mengatakan pemeriksaan ini difokuskan untuk menelisik aliran dana kasus dugaan korupsi tersebut. Lembaga anti-rasuah itu menduga adanya dana kasus yang ikut mengarah ke DPR.

"Penyidik kami sedang menelusuri, tidak hanya anggota DPR saja yang diperiksa, tetapi juga beberapa anggota konsorsium yang terkait dengan pengurusan proyek e-KTP ini," ucap Yuyuk di Jakarta, Senin (5/12).

Ada pembahasan penganggaran e-KTP di Komisi II DPR yang ingin diusut melalui pemeriksaan Jafar ini, sekaligus mengkonfirmasi beberapa hal. Salah satunya yakni komunikasi antara legislatif dengan konsorsium pemenang e-KTP ini. Selain itu Yuyuk juga mengakui kaitan pemeriksaan dengan pernyataan Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin terkait nama-nama orang yang ikut menerima aliran dana, termasuk Jafar Hafsah.

Seperti diketahui, Nazaruddin sebelumnya kerap mengungkap siapa saja pihak terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP pada periode 2011 - 2012. Dia menyebut sejumlah pejabat atas aliran dana dari praktek dugaan rasuah itu. Nah, kini KPK tengah mendalami sekaligus mengkonfirmasi nama-nama yang disebut Nazaruddin.

"Itu semua tidak bisa hanya dari satu kesaksian dan itu mesti dikonfirmasikan kepada saksi lain," demikian Yuyuk.

Sekedar mengingatkan, dalam kasus ini KPK baru menetapkan dua orang tersangka dari Kementerian Dalam Negeri. Mereka adalah eks Dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri, Sugiharto. Keduanya diduga telah menyalahgunakan kewenangan sehingga merugikan keuangan negara hingga Rp 2,3 triliun dalam proyek senilai Rp 5,9 triliun itu. (adn)


TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

IKLAN