Agen Laku Pandai Bisa Salurkan Kredit

INDOPOS.CO.ID– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana memperluas peran agen layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif (Laku Pandai).

Saat ini kewenangan branchless banking tersebut baru sebatas transaksi yang berkaitan dengan dana pihak ketiga seperti layanan tabungan dan penarikan tunai. Agen juga melayani transaksi yang menghasilkan pendapatan komisi bagi bank. Agen Laku Pandai ke depan juga bisa menyalurkan kredit.

Baca Juga :

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Darmansyah Hadad menyatakan, kebutuhan pembiayaan di daerah cukup tinggi. Padahal, belum semua bank bisa menjangkau hingga ke daerah-daerah terpencil. Keterbatasan tersebut akan ditepis agen Laku Pandai dengan penyaluran kredit. ’’Peraturan itu sudah dikerjakan dan diharapkan selesai tahun ini,’’ katanya.

Muliaman mengatakan, OJK kini berkoordinasi dengan bank sentral terkait dengan kemungkinan penyaluran kredit lewat agen. Menurut dia, penyaluran kredit lewat agen harus tetap menerapkan prinsip kehati-hatian agar tidak menimbulkan kredit macet. Karena itu, agen tetap butuh peran perbankan dalam melakukan pengawasan dan pendampingan. Bank juga harus memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada agen. ’’Karena agen itu membawa nama bank,’’ paparnya.

Baca Juga :

Kebucinan Dalam Lantunan Lagu Syifa Hadju

Direktur Commercial Banking PT Bank Mandiri Tbk Kartini Sally menuturkan, pihaknya saat ini masih fokus pada layanan branchless banking dengan memanfaatkan toko, warung, dan agen penjual pulsa.

Bank BUMN itu menggandeng Dian Kencana Puri Prima (DKPP), distributor salah satu perusahaan telekomunikasi nasional, sebagai pemberi loket-loket atau toko penjual pulsa di bawah kelolaannya.

Baca Juga :

Nasabah cukup datang ke toko-toko pulsa milik DKPP untuk melakukan transaksi dasar keuangan seperti penyetoran atau penarikan tunai dari rekening melalui rekening Mandiri e-cash. Ke depan juga dikembangkan untuk pembukaan, penyetoran, dan penarikan dari rekening tabungan Laku Pandai.

’’Kami menargetkan dapat menambah loket-loket layanan branchless banking sekitar 12 ribu loket agen. Pada akhir Oktober 2016, Bank Mandiri telah memiliki lebih dari 33 ribu loket agen branchless banking dengan jumlah nasabah 1,3 juta orang,’’ katanya.

Agen-agen Bank Mandiri saat ini juga masih sebatas melayani penarikan dan setor saldo tabungan. Jika nantinya agen Laku Pandai diperbolehkan menyalurkan kredit, bank tentu menyambut baik hal itu. Sebab, agen juga bisa berkontribusi pada pertumbuhan kredit perbankan. Perbankan kini masih lebih banyak melakukan sosialisasi dan pemaksimalan jumlah transaksi dari agen Laku Pandai.

Berdasar data OJK, jumlah agen Laku Pandai individu per September 2016 tercatat 159.521 agen. Sementara itu, agen badan tercatat 968 agen dari 15 bank. Jumlah rekening basic saving account mencapai Rp 93,79 miliar.

’’Kami juga masih fokus dalam upaya mendukung pemerintah menyalurkan bantuan sosial nontunai lewat agen. Jadi, agen ini nanti punya banyak fungsi sehingga membantu bank dan masyarakat yang unbanked (belum menggunakan produk perbankan, Red),’’ tutur Kartini. (rin/c15/noe/JPG)

Komentar telah ditutup.