Minggu, 23 September 2018 03:39 WIB
pmk

Megapolitan

Tolak Beri Pelayanan Plus-plus, Terapis Ditusuk Berkali-kali

Redaktur:

Ilustrasi. Foto: Warta indonesia News

INDOPOS.CO.ID - Seorang terapis pijat kehilangan nyawa lantaran menolak melayani nafsu berahi pelanggannya. 

Terapis bernama Aan Hayati (38) ditemukan tak bernyawa di tempat kerjanya, Kampung Ceper, Sukaragam, Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Senin (5/12) pagi.

Menurut Kasat Reskrim Polrestro Bekasi AKBP Rizal Marito, sebelum ditemukan tewas korban diketahui menerima seorang pelanggan pria.

Setelah sesi pijat selesai, sang konsumen meminta berhubungan badan dengan korban. Namun korban menolak memberikan layanan plus-plus tersebut.

"Pelaku kemudian mengambil sebilah pisau miliknya yang ada di pinggang. Dia kemudian menusuk bagian dada dan tangan kanan korban. Bila ditotal ada dua lebih luka tusukan," jelas Rizal saat dikonfirmasi.

Setelah melakukan perbuatan kejinya, pelaku bergegas melarikan diri dari panti pijat tersebut.

Tewasnya korban baru diketahui ketika pemili panti pijat, Julianah (49) curiga dengan bilik pijat yang dipakainya. 

Setelah satu jam lebih, korban dan pelaku tidak keluar dari kamar.

"Kami masih memburu pelakunya," tutup Rizal. (rmol/dil/jpnn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #peristiwa # 

Berita Terkait

Begum Kulsoom Menghadap Sang Maha Kuasa

Internasional

Didenda Rp 16,1 Juta karena Iseng

Internasional

Seorang Pria Tewas di Diskotik

Jakarta Raya

Usai Berobat, IRT Tewas Dianiaya Orang Gila

Megapolitan

31 Tahun Menghilang, Jasad Pendaki Wanita Ditemukan Di Elbrus

Internasional

IKLAN