Cegah Perang Bunga, OJK Bakal Hapus Capping

 

INDOPOS.CO.ID-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menghapus peraturan batas maksimum (capping) suku bunga deposito. Khususnya untuk Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) III dan IV. Itu dilakukan untuk menghentikan perang suku bunga di kalangan bank-bank kelas kakap.

Baca Juga :

Boseke Minahaizi

”Kalau likuiditas perbankan memadai mencegah perang suku bunga, peraturan batas maksimum itu akan dicabut,” tutur Kepala Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon.

Berdasar rencana, akhir tahun ini, OJK akan mengevaluasi peraturan tersebut. Kalau likuiditas membaik menyusul repatriasi amnesti pajak, persoalan suku bunga deposito bakal diserahkan pada mekanisme pasar. Peluang penghapusan batas maksimum bunga deposito makin besar. ”Karena, likuiditas perbankan hingga awal Desember 2016 cukup memadai,” imbuhnya.

Dana repatriasi hingga awal Desember 2016 telah mengalir deras ke produk perbankan. Itu pada ujungnya bakal membuat perbankan leluasa dan tidak terlalu ambisius memburu dana simpanan. ”Denger-denger dana repatriasi masuk perbankan mendekati Rp 100 triliun,” ulasnya.

Pada Februari 2016, OJK menerapkan kebijakan supervisi industri perbankan, khususnya kelompok bank BUKU III dan IV, yaitu dengan membatasi suku bunga dana maksimal. Untuk Bank BUKU IV, OJK membatasi maksimal 100 basis poin (bps) di atas bunga acuan Bank Indonesia (BI) saat itu masih memakai instrumen BI Rate. Sedang, untuk Bank BUKU III ditetapkan maksimum 75 bps di atas BI Rate.

Baca Juga :

Satu Lagi, Pengayuh Sepeda Jadi Korban Begal

Kebijakan itu dilatari fenomena perang suku bunga antarbank untuk memperoleh pendanaan di tengah pengetatan likuiditas. Itu karena arus dana keluar saat itu. Perang suku bunga bank-bank besar itu membuat biaya dana perbankan tidak terkendali. Sehingga, membuat suku bunga kredit meningkat, bahkan sulit turun ke single digit dari posisi saat ini di atas double digit.

Ketika BI mengubah instrumen moneter dari BI Rate menjadi 7-Day Reverse Repo Rate (Reverse repo) bertenor 7 hari dan memiliki tingkat bunga lebih rendah pada Agustus 2016. OJK tetap mempertahankan acuan batas maksimum suku bunga deposito ke BI Rate atau berganti nama menjadi suku bunga operasi moneter 12 bulan. (far)

  

  

 

   

Komentar telah ditutup.