Minggu, 18 November 2018 04:49 WIB
pmk

Megapolitan

Gas 12 Kg Diisi Cuma 7 Kg

Redaktur:

CURANGI GAS SUBSIDI: Salah satu pengoplos gas memperagakan cara mengoplos gas dari ukuran 3 kg ke tabung ukuran 12 kg usai dibekuk polisi, kemarin (5/12). Foto: Deny Iskandar/indopos

INDOPOS.CO.ID - Lagi, polisi membongkar lokasi pengoplosan tabung gas elpiji bersubsidi. Kali ini, gudang oplosan di Jalan Wahab 2, Kampung Cibening, RT 08/03, Jatibening, Pondokgede, Kota Bekasi digerebek  Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota, Senin pagi (5/12). 

Seperti biasa, aksi pengoplosan itu dilakukan terhadap gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram (kg) dipindah ke tabung ukuran 12 kg. Dalam aksinya, para pelaku mengisi gas ukuran 12 kg dengan tiga tabung gas 3 kg secara manual. Dengan cara itu, para pengoplos menangguk untung besar. 

 ”Meski gas elpiji tertulis 12 kg, tapi saat ditimbang berat isi tabung gas itu hanya 7 kg,” terang Kapolres Metro Bekasi Kota, Umar Surya Fana, kemarin (5/12). Dia juga mengatakan, para pelaku yang berhasil diamankan masing-masing berinisial HP, 42; M, 47 dan S, 35 yang dicokok di lokasi pengoplosan. 

Sedangkan dua pelaku lainnya berinisial J dan A yang diduga bos pengoplos gas itu masih diburu polisi. Kedua tersangka itu, kata dia juga, tidak ada di lokasi saat gudang oplosan gas itu digerebek polisi. ”Kami sudah mengantongi identitas tersangka, semoga mereka bisa segera ditangkap,” jelasnya.

 Modus yang dilakukan para pelaku, kata Umar juga, melakukan pengoplosan 3 tabung gas ukuran 3 kg atau gas bersubsidi ke tabung gas 12 kg. Dengan cara itu, para pengoplos mendapatkan untung besar lantaran harga satu tabung gas ukuran 3 kg atau gas melon sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) di Kota Bekasi Rp 14.400. 
  

 Jadi harga beli 3 tabung gas melon Rp 43.200. Sedangkan para pengoplos itu menjual harga gas ukuran 12 kg Rp 105 ribu. ”Jadi selisih harga jual itu yang jadi keuntungan para pelaku pengoplos ini,” katanya. Tapi berdasarkan pengakuan para tersangka, mereka mendapat keuntungan Rp 25 ribu setiap menjual tabung 12 kg. 

Keuntungan itu menipis lantaran para pengoplos menjual lebih murah Rp 45 gas 12 kg dari harga pasaran. ”Jadi selisih itu yang didapatkan para pelaku untuk mengeruk keuntungan,” katanya juga. Jadi, bila dikalkulasi dalam satu hari para pengoplos bisa untung hingga Rp 5 juta setiap orang. 

     Perwira menengah Polri itu juga menjelaskan kalau kawanan pengoplos itu sudah 8 bulan beraksi. Biasanya, tabung gas oplosan ukuran 12 kg itu diedarkan di Pondokgede dan sekitarnya. Setiap sehari, kata Umar lagi, para pengoplos ini bisa menyuntikan isi tabung gas 3 kg ke tabung gas 12 kg sebanyak 200 tabung. 

     ”Harga gas 12 kg yang dijual para pelaku lebih murah sebab takarannya dikurangi alias tidak utuh. Karena isi tabung gas 12 kg itu hanya 7 kg,” ungkapnya. Selain itu, kata Umar juga, aksi para pelaku membahayakan. Lantaran aksi ilegal itu bisa menyebabkan kebakaran. 
Lantaran proses pengoplosan tabung gas ukuran 3 kg ke ukuran 12 kg dilakukan dengan serampangan. Selain itu juga, saat proses pengoplosan di gudang itu juga bisa menyebabkan kebakaran lantaran dilakukan tidak hati-hati.  
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestro Bekasi Kota, Kompol Dedy Supriadi menjelaskan perbuatan pelaku sudah melanggar aturan yang berlaku. Lantaran tabung gas 3 kg merupakan produk yang disubsidi pemerintah. Untuk mendapatkan keuntungan, mereka membeli gas 3 kg itu lantas dipindahkan ke tabung gas 12 kg nonsubsidi. 
”Ketika isi gas 3 kg sudah dipindahkan, tabung gas 12 kg itu dijual sebagai barang non subsidi yang harga lebih mahal,” jelasnya. Dedy juga mengatakan, gas ukuran 3 kg merupakan gas subsidi untuk warga kurang mampu, sedangkan gas 12 kg untuk warga mampu. 
     Penggerebekan ini, kata Dedy, berdasarkan informasi warga sekitar karena curiga dengan aktivitas di rumah tersebut. Di sana, kerap terjadi aksi bongkar muat gas tabung 3 kg dalam jumlah banyak menggunakan mobil pick-up (bak terbuka).
     Tapi anehnya tabung gas yang dijual kepada masyarakat bukan gas ukuran 3 kg tetapi tabung gas ukuran 12 kg. Berbekal informasi itu, petugas melakukan penyelidikan ke lokasi. ”Petugas mengintai selama sepekan, setelah penyelidikan menemukan bukti kami langsung gerebek,” ungkapnya juga.
      Dari penggerebekan itu, polisi menyita barang bukti berupa 20 selang regulator, 15 alat suntik beserta pipa dari besi, 130 tabung gas ukuran 12 kg, 525 tabung gas ukuran 3 kg, serta dua unit mobil pick-up Daihatsu Grandmax B 4151 SAF dan B 9204 KAB.
     Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 62 ayat (1) Juncto Pasal 8 huruf a, b, dan c UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 32 ayat (2) Juncto Pasal 30 UU Nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal. Dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (dny)
 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #peristiwa # 

Berita Terkait

Preman Uzur Gagahi Siswi SMP hingga Hamil

Megapolitan

5 Pembunuh Khashoggi Dituntut Mati

Internasional

Stop Bunuh Gajah!

Headline

Korban Keracunan Masal Jadi 102 Orang

Megapolitan

Saling Bantah Penahanan Bayi di RSUD

Jakarta Raya

Israel Bunuh Panglima Al-Qassam

Internasional

IKLAN