Rabu, 14 November 2018 07:11 WIB
pmk

Megapolitan

Jalan Penghubung Provinsi Rusak Parah

Redaktur:

JALAN NASIONAL: Pengendara motor melintas di Jalan Bayah-Cibareno yang kondisinya rusak.

INDOPOS.CO.ID - Kondisi ruas jalan nasional Bayah – Cibareno tepatnya di Kampung Jogjogan, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak memprihatinkan. Saat ini, kondisi jalan penghubung antara Provinsi Banten dan Jawa Barat itu mengalami kerusakan yang cukup parah. 

Di mana jalan dipenuhi lubang yang cukup besar dan sangat mirip kubangan kerbau dan kolam ikan. Selain membahayakan bagi para pengendara, ruas jalan nasional yang minim penerangan jalan umum itu juga rawan terjadinya aksi pembegalan, sehingga masyarakat tidak berani melintas saat malam di ruas tersebut.

Pengamatan INDOPOS, saat memasuki musim penghujan ruas jalan menuju destinasi wisata Pantai Sawarna yang baru saja diperbaiki beberapa waktu lalu oleh Balai wilayah I Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu kondisinya rusak cukup parah. 

Kondisi ini, tentu saja sangat mengganggu dan membahayakan bagi para pengguna jalan, terlebih jalan itu akses satu-satunya yang biasa dilalui warga dari Provinsi Banten menuju Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. ”Kalau turun hujan, badan jalan ini sangat mirip seperti kolam ikan, mengganggu dan membahayakan pengguna jalan,” terang Dini Hidayat, warga Kecamatan Bayah, Senin (5/12).

 Menurut Dini juga kerusakan jalan itu hingga kini belum mendapat penanganan dari dinas terkait, sehingga dia menuding kerusakan jalan yang baru dibangun satu tahun itu akibat kerap dilalui oleh puluhan kendaraan besar yang setiap hari melintas di sana. 

”Setahu saya, saat ini jalan yang sedang dibangun baru di ruas Jalan Cibayawak-Wisata Karang Taraje. Itu pun yang ngebangun bukan Kementerian  PUPR , tetapi dari perusahaan pabrik Semen Merah Puth,” ujarnya.
 

 ”Yang paling parah, banyak para pengendara yang terperosok ke dalam lobang karena jalan dipenuhi lubang jalan yang cukup besar kalau melintas di Jalan Bayah-Cibareno,” ungkap Yuda, seorang sopir angkutan umum Bayah-Pelabuhan Ratu yang ditemui INDOPOS.
   

 Setali tiga uang dengan kondisi ruas jalan nasional Bayah-Cibareno, ruas jalan nasional Pandeglang-Rangkasbitung-Cigelung kini juga banyak ditemukan lobang jalan yang cukup besar seperti di Kampung Tajur, sehingga tidak sedikit pengendara yang terperosok.  
   

 Padahal ruas jalan itu baru beberapa bulan lalu diperbaiki dengan anggaran belasan miliaran rupaih dari APBN 2016. ”Di lobang jalan ini hampir setiap hari terjadi kecelakaan, makanya kami terpaksa memasang drum di atas lobang jalan itu,” ujar Ujang Karsono, warga Desa Kaduagung Barat, Kecamatan Cibadak.
     

Kerusakan jalan nasional juga terjadi di ruas Pandeglang menuju destinasi wisata Pantai Carita. Hampir sepanjang ruas jalan dari mulai Kecamatan Saketi hingga Kecamatan Labuan dan Pantai Carita dipenuhi lobang jalan cukup besar. Dampaknya, wisatawan banyak mengurungkan niat untuk berwisata ke Pantai Carita.
   

 ”Malas sekarang liburan ke Pantai Carita, jalannya rusak dan keburu capek di jalan,” ungkap Marlina, warga Lebak. Sedangkan Pengamat Sosial Pandeglang, Hidayat mengaku heran melihat kerja BPK dan BPKP yang tidak menemukan kejanggalan dan kerugian negara dalam pembangunan dan pemeliharaan ruas jalan nasional di Banten. 
     

Sayangnya, Subagus, kasatker Ruas Jalan Nasional Wilayah Banten  tidak bisa dikonfirmasi terkait banyaknya kerusakan ruas jalan nasional di wilayah kerjanya. Telepon selularnya yang dihubungi INDOPOS  meski dengan nada sambung aktif namun tidak diangkat. Demikian pula SMS yang dikirimkan koran ini tidak berbalas. (yas)
 


TOPIK BERITA TERKAIT: #jalan-rusak # 

Berita Terkait

Jadi Akses Truk Tanah Liar, Jalan Baru Dibangun Rusak

Megapolitan

Target PAD Reklame Tak Tercapai

Megapolitan

Ruas Jalan Negara Serang Merak Diperbaiki

Banten Raya

Dilintasi Tronton, Jalan di Rumpin Hancur

Megapolitan

Jalan di Kecamatan Tenjo Mirip Sawah

Megapolitan

IKLAN