Sabtu, 22 September 2018 01:36 WIB
pmk

Megapolitan

Rangkasbitung Dikepung Banjir, PNS Lepas Sepatu saat Menuju Kantor

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak sejak Minggu (4/12) hingga Senin (5/12), membuat sejumlah pemukiman penduduk dan ruas jalan di Ibu Kota Kabupaten Lebak itu tergenang air dengan ketinggian 60 cm hingga satu meter.

     Pantauan INDOPOS, kemarin (5/12) bukan hanya pemukiman warga, Jalan Abdi Negara di kawasan Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak juga tergenang air. Akibatnya, sejumlah PNS terpaksa melepasan sepatu untuk menuju areal perkantoran Pemkab Lebak tempat mereka bekerja.
     Selain itu, banjir juga melanda perkampungan di Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung. ”Banjir di Desa Nameng disebabkan meluapnya Sungai Ciranjieun. Tim sedang menyisir lokasi banjir yang merupakan pemukiman warga itu,” terang Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Kaprawi, Senin (5/12).
     Dia juga mengatakan, pihaknya akan segera mengirimkan bantuan logistik dan obat-obatan kepada warga Desa Nameng. ”Selain mendistribusikan bantuan logistik dan obat obatan ke Desa Nameng, kami juga mengirim tim evakuasi jika banjir makin meninggi,” ungkap Kafrawi juga.

Selain itu, banjir juga menggenangi wilayah Kalimati, Muara Ciujung Barat (MCB) Rangkasbitung. Banjir juga merenam puluhan hektare sawah di Desa Bojong Cae dan Cisangu, Kecamatan Cibadak yang sempat melumpuhkan ruas jalan lintas provinsi Warung Gunung-Petir-Serang. 

Lantaran jalan milik Pemprov Banten itu tergenang air hingga mencapai ketinggian satu meter. Banjir juga terjadi di kawasan Papanggo, masih Kecamatan Rangkasbitung. Banjir di kawasan langganan banjir itu terjadi akibat buruknya drainase. Hujan dua jam saja, kawasan Papanggo pasti dilanda banjir. 

 ”Banjir di kawasan ini akibat drainasenya tersumbat, lantaran banyaknya bangunan baru yang dibangun disini,” terang Nurlela, 32, warga Papanggo. Menurutnya juga, warga sebenarnya sudah lama protes kepada Pemkab Lebak atas banyaknya berdiri bangunan baru yang berdiri di atas saluran drainase. 

Tapi protes warga tidak pernah mendapat tanggapan dari instansi terkait. ”Setiap hujan turun kawasan perumahan kami pasti dilanda banjir,” cetus Nurlela juga.

Senada, Sanusi warga Papanggo lainnya mengungkapkan, Pemkab Lebak menyatakan kerusakan drainase di kawasan Papanggo bukan tanggung jawabnya. 
 

Lantaran ruas jalan di sana merupakan jalan milik provinsi Banten dan jalan milik nasional. ”Dulu pernah ada pejabat yang mengaku dari DBMTR (Dinas Bina Marga dan Tata Ruang, Red) Banten dan PPK ruas jalan nasional Rangkasbitung-Cigellung yang memeriksa drainasei, tapi cuma diperiksa saja,” paparnya juga. 

Lantaran hingga kini, tidak ada tindak lanjut sama sekali dari pemeriksaan drainase tersebut. ”Terbukti hingga kini realisasi perbaikan drainase yang tersumbat tidak pernah dilakukan sama sekali. Kawasan pemukiman kami tetap banjir,” cetusnya. (yas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #banjir # 

Berita Terkait

Dua Kabupaten Tenggelam

Nusantara

Aceh Jaya Dilanda Banjir, 640 Warga Mengungsi

Nusantara

IKLAN